Sepatu Berbahan Alga

Reading time: 1 menit
vivobarefoot
Foto: Vivobarefoot via Inhabitat.com

Menumpuknya limbah pupuk di laut dan perairan ternyata mampu meningkatkan jumlah pertumbuhan alga di permukaan air. Dalam jumlah besar, kehadiran alga mampu membawa dampak ekosistem yang buruk. CNBC melansir pada 2016 lalu jika pertumbuhan alga kian tahun makin mengkhawatirkan, alga dalam jumlah banyak dapat mencemarkan air, melepaskan cyanobacteria yang membunuh ikan dan membuat air tidak bisa dikonsumsi.

Menyiasati pertumbuhan alga yang berlebihan, Vivobarefoot; perusahaan penyedia sepatu asal London besama Bloom, firma material inovatif dari San Diego, AS telah meluncurkan sepatu cetak berbahan dasar alga.

vivobarefoot

Foto: Vivobarefoot via Inhabitat.com

Bloom menggunakan alga, mengambilnya dari laut dan danau-danau yang pertumbuhan alganya melebihi batas, sebagai bahan dasar untuk menciptakan busa bersel-padat yang dinamai ethylene-vinyl acetate, atau disingkat EVA. Karena dibuat dengan campuran bahan petroleum, EVA mampu membuat sepatu ini menghadirkan kesan empuk. Semua bagian sepatu Vivobarefoot, hingga tali sepatu sebagian besar dibuat menggunakan material tersebut.

Inhabitat melansir, sepasang sepatu Vivabarefoot diyakini mampu mengembalikan 57 galon air bersih ke ekosistem sambil menghilangkan 40 balon karbon dioksida dari atmosfer. “Kami begitu bangga bisa menjadi perusahaan pertama yang menggunakan Bloom dalam sepatu kami dengan terus melanjutkan misi untuk membuat sepatu sempurna – sempurna untuk kaki dengan dampak minimal bagi planet,” tutup managing director Vivobarefoot, Galahad Clark.

Penulis: MFA/G41

Top