Sperma Salmon Berhasil “Disulap” Menjadi Plastik oleh Peneliti Tiongkok

Reading time: 2 menit
Peneliti Tiongkok mencoba menggunakan sperma salmon dengan bahan ramah lingkungan lainnya untuk membuat kantong plastik. Foto: Euronews

Guna mencegah terjadinya peningkatan penumpukan sampah plastik, para peneliti dari Universitas Tianjin, Tiongkok, berinisiatif untuk menciptakan plastik biodegradable dari bahan yang tidak biasa. Mereka baru saja menciptakan plastik berkelanjutan yang terbuat dari campuran sperma salmon dan minyak nabati!

Para peneliti menemukan bahwa sperma salmon mengandung DNA yang dapat menyatu secara solid apabila digabungkan dengan minyak nabati. Gabungan antara DNA dan minyak nabati tersebut akan menghasilkan material baru berupa hidrogel yang licin dan elastis. Menurut para peneliti, hidrogel tersebut dapat kita bentuk sedemikian rupa hingga menjadi plastik serbaguna. Sejauh ini, plastik tersebut telah tim peneliti manfaatkan untuk membuat kepingan puzzle dan molekul DNA.

“Plastik berbasis sperma salmon menghasilkan emisi karbon 97 persen lebih sedikit daripada plastik polistierna. Jika tidak terpakai lagi, plastik ini akan segera terurai di alam dengan bantuan enzim pengurai DNA,” ujar salah satu peneliti, Dayong Yang, dalam Euronews.

Untuk mengubah hidrogel berbahan dasar sperma salmon menjadi plastik biodegradable, para peneliti harus mengeringkannya terlebih dahulu. Hidrogel tersebut mereka keringkan melalui proses pembekuan untuk menghilangkan kelembapan dan membuatnya menjadi padat.

Plastik dari Sperma Salmon: Plastik Biodegradable Paling Berkelanjutan

Saat ini terdapat begitu banyak alternatif plastik ramah lingkungan yang tersedia di pasaran. Pada umumnya, plastik biodegradable berbahan dasar pati jagung dan ganggang sering muncul sebagai solusi. Meskipun mudah terurai, proses pembuatan plastik berbahan dasar ganggang dan pati jagung rupanya membutuhkan energi dalam jumlah yang cukup besar.

Menurut Dayong, plastik berbahan dasar sperma salmon dan minyak nabati merupakan plastik biodegradable paling berkelanjutan yang pernah ada. Ia menjelaskan bahwa proses pembuatan plastik dari bahan-bahan tersebut tidak membutuhkan banyak energi. Selain itu, jejak karbon yang ditinggalkan juga sangat minim jika dibandingkan dengan plastik berbahan dasar pati jagung dan ganggang.

Meskipun plastik berbahan sperma salmon dinilai sebagai plastik biodegradable yang paling berkelanjutan, peneliti mengakui bahwa plastik tersebut masih memiliki kekurangan. Plastik tersebut belum bersifat tahan air dan hanya dapat kita gunakan dalam kondisi kering.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Euronews

Top
You cannot copy content of this page