Turbin Angin yang Mengapung di Laut

Reading time: 1 menit
turbin angin
Foto: Oyvind Gravas/ Woldcam-Statoil ASA

Sebagai negara yang bercita-cita menjadi poros maritim dunia, Indonesia diharapkan mampu memaksimalkan potensi baharinya. Selain karena menyimpan sumber daya alam berlimpah, memang 70 persen wilayah Nusantara diliputi lautan dan menjadikannya sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

Potensinya bisa beragam, tidak hanya ikan atau deretan terumbu karang yang indah, laut juga bisa dimanfaatkan sebagai wilayah pembangkit listrik menggunakan turbin angin mengapung yang kini sudah digunakan oleh Skotlandia.

Karena tidak harus terpancang di dasar laut seperti turbin angin konvensional, turbin mengapung ini bisa dipasang jauh sampai ke tengah laut. Ini berarti turbin mengapung memiliki potensi untuk mencakup banyak area berangin yang kebanyakan ada di laut, sehingga mampu memproduksi banyak energi terbarukan.

turbin angin

Foto: Oyvind Gravas/ Woldcam-Statoil ASA

Turbin yang dinamakan Hywind Scotland ini telah berfungsi pada tanggal 18 Oktober lalu, seperti dilansir Seeker. Turbinnya sendiri begitu besar, tingginya mencapai 253 meter, 78 meter di bawah permukaan laut dan 175 meter di atas permukaan laut dengan diameter kipas sampai 154 meter. Beratnya sendiri mencapai 12.000 ton.

“Hywind akan memberikan energi yang bersih untuk 20 ribu rumah dan akan membantu kami mencapai target perubahan iklim yang signifikan,” ujar Nicola Sturgeon, Menteri Pertama Skotlandia.

Agar turbin angin ini tetap bisa mengapung dan tidak terbawa arus, dipasangkan beberapa jangkar yang terbuat dari kabel fleksibel yang tersambung ke dasar laut. Setiap kabel memiliki diameter lima meter dan panjang 16 meter.

Penulis: MFA/G41

Top