Saling ID Suarakan Isu Lingkungan ke Anak Muda Sukabumi

Reading time: 3 menit
Sahabat Lingkungan (Saling ID) menggandeng anak muda di Kota Sukabumi untuk lebih melek terhadap isu lingkungan. Foto: Saling ID
Sahabat Lingkungan (Saling ID) menggandeng anak muda di Kota Sukabumi untuk lebih melek terhadap isu lingkungan. Foto: Saling ID

Jakarta (Greeners) – Sahabat Lingkungan (Saling ID) menggandeng anak muda di Kota Sukabumi untuk lebih melek terhadap isu lingkungan. Komunitas lingkungan hidup sekaligus Non Governmental Organization (NGO) ini menjadi satu-satunya yang menggalakkan kepekaan lingkungan di kalangan pemuda Kota Sukabumi.

Komunitas tersebut berdiri sejak 2018 oleh tiga anak muda. Ketiga pendirinya adalah Deruz, Neviawati, dan Ruswanto.

“Saling ID ingin fokus pada isu sosial dan lingkungan,” kata CEO Saling ID Dede Ruslan, yang biasa disapa Deruz. Lalu, Deruz ingin membawa kedua isu tersebut menjadi perbincangan anak muda di Sukabumi.

BACA JUGA: Yayasan Penyu Indonesia Lindungi Penyu dari Kepunahan

“Kami ingin anak-anak  muda melek sama isu lingkungan. Lingkungan itu bahasanya berat banget, ngajakinnya susah untuk mereka concern ke hal itu. Makanya, kami masukkan isu itu disela-sela kebiasaan anak muda,” kata Deruz kepada Greeners, Jumat (1/9).

Dengan memasukkan pembahasan isu lingkungan ke kalangan anak muda, Deruz bersama timnya mencoba berbagai pendekatan. Misalnya, dalam sebuah konser, Saling ID memanfaatkan momen tersebut untuk membuat sesuatu hal yang berkaitan dengan lingkungan.

“Anak muda sukanya nongkrong, kami bikin sesuatu juga di situ dengan ada musik dan talskhow tentang lingkungan. Kami bikin konsepnya seperti anak muda banget,” tambah Deruz.

Perkenalkan Ecobrick di Kota Sukabumi

Pada awal berkembangnya Saling ID, banyak aksi dan inisiatif dalam kegiatan komunitas ini. Mereka memulai perjalanannya dengan melakukan penanaman di sebuah desa di wilayah Kota Sukabumi.

Namun, seiring berjalannya waktu, Saling ID mengalihkan fokusnya ke persoalan sampah. Sebab, kekhawatiran utama saat ini adalah sebagian besar masyarakat menghasilkan sampah. Dengan menggerakan hal ini, Saling ID memperkenalkan ecobrick atau botol plastik yang dikemas padat dengan plastik bekas di Kota Sukabumi.

Akhirnya, kami beralih untuk fokus ke persampahan. Sebab, menurut kami, tidak semua menebang pohon, tapi semua orang menghasilkan sampah. Nah, akhirnya kami fokus ke persampahan, kami bawa ecobrick pertama kali ke Sukabumi. Kami keliling ke paud-paud, sampai akhirnya dijadikan lomba sama paud-nya. Komunitas lain juga mengadopsi ide itu,” ucap Deruz. 

Sahabat Lingkungan (Saling ID) menggandeng anak muda di Kota Sukabumi untuk lebih melek terhadap isu lingkungan. Foto: Saling ID

Sahabat Lingkungan (Saling ID) menggandeng anak muda di Kota Sukabumi untuk lebih melek terhadap isu lingkungan. Foto: Saling ID

Selipkan Berbagai Edukasi ke Pelajar

Kegiatan rutinitas yang Saling ID lakukan tidak melulu memberikan edukasi lingkungan. Ada berbagai materi yang mereka ajarkan kepada para pelajar di Kota Sukabumi melalui program Saling Jagoan Sekolah.

“Anak sekolah bukan cuma dibekali tentang lingkungan saja, tapi juga materi yang tidak diajarkan sekolah. Misalnya, komunikasi bisnis, finance, hukum, karena banyak yang belum mengetahuinya, jadi kami masukkan ke hal-hal itu,” tambah Deruz. 

BACA JUGA: Bicara Udara Kawal Perbaikan Kualitas Udara

Selain itu, mereka juga berkolaborasi dengan sejumlah pihak untuk terlibat di dalam kegiatannya. Misalnya, saat ini Saling ID kerja sama dengan salah satu perusahaan nasional dalam melakukan kegiatan recycle puntung rokok menjadi asbak. 

Saling ID Miliki Prinsip “Kita Dulu Aja”

Sebelum mengajak orang lain untuk peka terhadap lingkungan, Saling ID sudah mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam lingkup internalnya dengan prinsip “Kita Dulu Aja”.

“Kami punya prinsip ‘Kita Dulu Aja’, karena semua hal baik dan buruk itu kami mulai dari sendiri dulu aja. Kalau kami melakukan sesuatu dari hal baik, kami juga akan memberikan hal baik,” ujar Deruz.

Dengan prinsip tersebut, mereka terus konsisten menyuarakan dan mengambil tindakan terhadap permasalahan lingkungan hidup di Kota Sukabumi. Mereka juga terus menekankan ruang lingkup internalnya untuk memperkuat prinsip-prinsip tersebut. Salah satunya adalah setiap anggota harus bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top