10 Taman Baru dan Plaza Reformasi Diresmikan Gubernur DKI Jakarta

Reading time: 2 menit
Taman Suropati, Jakarta. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Jakarta (Greeners) – Pada Selasa (09/02) kemarin, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meresmikan sepuluh ruang terbuka hijau (RTH) dan Plaza Prasasti Tragedi Mei 1998. Acara yang bertempat di Taman Jagakarsa, Jl. H. Mahjur, Lenteng Agung, Jakarta Selatan ini merupakan bagian dari Program #AyoKeTaman yang dicanangkan oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta sejak 4 Oktober 2015 lalu dan sebagai wujud kepedulian Pemprov DKI Jakarta akan kebutuhan RTH bagi warga di Ibukota.

Saat ditemui di lokasi acara, Basuki menyatakan Taman Jagakarsa memiliki keunikan tersendiri dengan lokasinya yang diapit pemukiman padat pada bagian utara, barat dan timur.

“Pada bagian Selatan berbatasan dengan Sungai Ciliwung sehingga Taman Jagakarsa berpotensi untuk menjadi waterfront garden. Dengan kontur yang beragam, slooping (menurun) ke Sungai Ciliwung sehingga menimbulkan sensasi tersendiri pada saat berada di taman tersebut,” ujar Basuki, Selasa (09/02).

Taman Jagakarsa memiliki luas 5.981 meter persegi. Taman ini merupakan salah satu RTH yang baru selesai dibangun oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta pada akhir Desember 2015.

“Taman Jagakarsa didesain memperhatikan kontekstualitas sekitar, seperti Sungai Ciliwung dan pemukiman padat yang berbatasan langsung dengan taman,” ujar Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Ir. Ratna Diah Kurniati, M.Si. Ratna.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meresmikan sepuluh ruang terbuka hijau (RTH) dan Plaza Prasasti Tragedi Mei 1998 di Taman Jagakarsa, Selasa (09/02). Foto: Haris Zakian Husein/dok.panitia

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meresmikan sepuluh ruang terbuka hijau (RTH) dan Plaza Prasasti Tragedi Mei 1998 di Taman Jagakarsa, Selasa (09/02). Foto: Haris Zakian Husein/dok.panitia

Pada level tertentu, pengunjung taman dapat melihat Sungai Ciliwung dari kejauhan. Pengolahan sirkulasi, entrance area dan plaza serta fasilitas taman lainnya memanfaatkan profil kontur alami lahan yang berbukit.

Pada titik-titik tertentu Taman Jagakarsa dibangun tempat duduk untuk bercengkrama sambil menikmati pemandangan aliran Sungai Ciliwung. Fasilitas shelter, lapangan olahraga multifungsi, outdoor fitness dan tension membrane merupakan pendukung aktivitas warga di dalamnya. Dengan konsep natural, dibangun pula jembatan gantung di sisi bagian barat taman. Jembatan ini merupakan satu-satunya jembatan goyang di taman milik Provinsi DKI Jakarta.

Selain Taman Jagakarsa, sembilan taman baru lainnya adalah Taman Cakung (luas 1.663 meter persegi), Taman Kelapa (1.626), Taman Lebak Bulus (3.249), Taman Maja (4.714), Taman Zodia (4.663), Taman PPA (3.428), Taman Sunter (1.989), Taman Tanjung 2 (2.281), Taman Kalibaru (511,81).

Peresmian ini dihadiri oleh masyarakat di lingkungan Taman Jagakarsa dan berbagai komunitas pegiat lingkungan, antara lain Biological Science Club (BScC)-Fakultas Biologi UNAS, Biological Bird Club “Ardea” Fakultas Biologi UNAS, Biodiversity Warriors Yayasan KEHATI, Komunitas Hijau, Suar Art Space, IAI (Ikatan Arsitek Indonesia), Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia (IALI), dan IMASTA (Ikatan Mahasiswa Teknik Sipil Tarumanegara).

Penulis: Ahmad Baihaqi/Indonesia Wildlife Photography

Top
You cannot copy content of this page