Kurangi Sampah, Dua Produk Nestlé Dijual dengan Cara Isi Ulang

Reading time: 2 menit
Kasubdit Tata Laksana Produsen Ditjen PSLB3 KLHK Ujang Solihin Sidik mencoba gerai isi ulang. Foto: Nestlé

Jakarta (Greeners) – Untuk mendorong pengurangan sampah, produsen harus mengubah pola pemasaran produknya, salah satunya dengan isi ulang.

Nestlé Indonesia sudah melakukan hal serupa. Bahkan baru-baru ini meluncurkan studi pasar kemasan isi ulang keduanya. Mereka bekerja sama dengan Nestlé Singapore R&D Center dan Qyos menghadirkan teknologi mesin isi ulang.

Upaya ini bagian dari komitmen pengemasan berkelanjutan dengan mengurangi penggunaan sepertiga plastik resin baru. Mereka memastikan lebih dari 95 % rancanangan kemasannya terdaur ulang pada tahun 2025, dan menargetkan 100 % kemasan guna ulang.

“Kami sedang dalam perjalanan untuk mencapai not zero emission, membantu melindungi, memulihkan, dan memperbarui bumi untuk generasi mendatang,” kata Presiden PT Nestlé Indonesia Samer Chedid dalam keterangannya baru-baru ini.

Ia berharap, teknologi mesin isi ulang Nestlé x Qyos mendukung pemerintah. Khususnya mendorong masyarakat mengurangi penggunaan kemasan untuk keberlanjutan lingkungan di Indonesia.

Studi pasar kemasan isi ulang kedua menyediakan produk Milo dan Koko Krunch. Program ini akan berlangsung selama 4-6 bulan. Mesin isi ulang mulai beroperasi 15 Maret 2023 di dua gerai ritel, yaitu Naga Swalayan Simatupang, Jakarta Selatan dan Farmers Market Summarecon Mall Serpong, Tangerang.

Komitmen Nestlé Meminimalisir Plastik

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini berkomitmen mengembangkan inovasi pengemasan yang meminimalkan penggunaan plastik, dan mendorong daur ulang.

Direktur Pengurangan Sampah Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sinta Saptarina dalam keterangannya mengatakan, perlu kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan solusi menjaga keberlangsungan kehidupan lingkungan di Indonesia.

KLHK pun mengapresiasi langkah kolaborasi Nestlé dan Qyos (bagian dari venture-builder Enviu Indonesia).

Sejumlah narasumber berfoto bersama usai acara peluncuran gerai isi ulang Nestlé. Foto: Nestlé

Konsumen Perhatikan Syaratnya

Dari aktivas isi ulang ini, ada sejumlah hal yang perlu konsumen perhatikan. Saat ingin menuju mesin isi ulang, konsumen harus membawa wadah makanan sendiri yang kedap udara, bersih, kering, tidak berbau, dan tidak pernah digunakan sebagai kemasan non makanan dan minuman. Atau dapat membeli wadah makanan yang tersedia di lokasi.

“Semoga kehadiran mesin isi ulang Nestlé x Qyos dapat mendorong perubahan perilaku konsumen dalam mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pengurangan penggunaan kemasan,” ungkap Direktur Sustainability PT Nestlé Indonesia Prawitya Soemadijo.

Sebelumnya, perusahaan ini juga bekerja sama dengan Siklus Indonesia melakukan studi kemasan isi ulang pertama di tahun 2021. Saat itu mereka mendistribusikan produk di daerah perumahan. Selain itu konsumen juga dapat melakukan pemesanan produk perusahaan ini melalui aplikasi khusus.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

Top