Kadin Indonesia Luncurkan Kalkulator Emisi Gas Rumah Kaca

Reading time: 2 menit
Kalkulator emisi gas rumah kaca. Foto: East Ventures
Kalkulator emisi gas rumah kaca. Foto: East Ventures

Jakarta (Greeners) – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) bersama East Ventures meluncurkan kalkulator emisi gas rumah kaca (GRK). Kalkulator itu bernama Emission Calculator & Visualization Southeast Asia (ECOVISEA) yang dapat menghitung emisi gas rumah kaca (GRK) global berbasis web.

Kalkulator ECOVISEA dapat digunakan secara gratis oleh perusahaan, untuk menghitung dan mengukur dampak lingkungannya. Inisiatif ini merupakan salah satu hasil dari kerja sama antara East Ventures, Kadin Indonesia (melalui program: Kadin Net Zero Hub), dan WRI Indonesia.

Kolaborasi yang mereka bangun bertujuan untuk memajukan komitmen menuju target emisi nol bersih (net zero). Hal itu mereka tandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada 11 November 2022, pada breakout session East Ventures di Indonesia Net Zero Summit 2022. Acara tersebut merupakan sideline event B20 Indonesia.

BACA JUGA: Kualitas Udara Jakarta, Sektor Energi Penyumbang Utama Emisi GRK

Lewat platform ini, Kadin, East Ventures, dan WRI Indonesia mengajak para pelaku bisnis di industri untuk mengukur, mengelola, dan mengurangi emisi mereka secara akurat. Sehingga, dapat memfasilitasi perusahaan untuk transisi menuju ekonomi rendah karbon.

“Inisiatif ini mencerminkan komitmen kami melalui Kadin Net Zero Hub. Tujuannya untuk membantu perusahaan-perusahaan nasional dalam transisi menuju Net Zero Company,” ujar Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Kemaritiman, Investasi, dan Luar Negeri Kadin Indonesia, Shinta W. Kamdani.

Shinta meyakini bahwa ECOVISEA akan berperan penting dalam memungkinkan perusahaan- perusahaan nasional secara kolektif mencapai target pemerintah. Hal itu untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060.

Kalkulator emisi gas rumah kaca. Foto:  East Ventures

Kalkulator emisi gas rumah kaca. Foto: East Ventures

Perusahaan Bisa Identifikasi Pengurangan Emisi

Penghitungan emisi oleh perusahaan terkait dampak lingkungan yang mereka hasilkan merupakan langkah krusial dan mendasar. Dengan demikian, mereka dapat mengurangi dampak lingkungan atau membuat keputusan yang tepat untuk mencapai target keberlanjutan.

Meskipun penghitungan emisi GRK bersifat krusial, banyak perusahaan di Indonesia, mulai dari usaha besar, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga startup, belum menghitung jejak karbonnya. Hal ini pada umumnya akibat kurangnya akses terhadap pengetahuan dan keahlian dalam menghitung emisi GRK.

BACA JUGA: Pemerintah Mulai Merinci Implementasi NDC Indonesia

Partner East Ventures Avina Sugiarto mengatakan, dengan adanya platform ini, para pengguna akhirnya dapat mengidentifikasi strategi pengurangan emisi dengan lebih baik.

“Bersama-sama, kami bersemangat untuk membuka jalan menuju masa depan yang berkelanjutan, memanfaatkan kekuatan teknologi, dan secara aktif berkontribusi terhadap visi net zero yang dicanangkan pemerintah,” kata Avina.

ECOVISEA Hitung Emisi Berdasarkan Tiga Scope 

ECOVISEA dapat menghitung emisi perusahaan berdasarkan tiga scope atau cakupan. Scope pertama yakni emisi langsung dari sumber yang perusahaan miliki atau kuasai. Misalnya, pembakaran stasioner, emisi fugitive, pembakaran bergerak, dan emisi proses.

Scope kedua, emisi tidak langsung dari pembangkitan energi seperti pembelian listrik, panas, atau uap. Kemudian, scope ketiga adalah semua emisi tidak langsung lainnya dari rantai nilai perusahaan, baik dari rantai nilai hulu maupun hilir.

Dari faktor emisi yang digunakan pada ECOVISEA disediakan oleh Climatiq atau mesin penghitung karbon. Mesin tersebut berstandar global dan mematuhi GHG Protocol dan ISO 14067. Selain itu, ECOVISEA juga  memprioritaskan kebijakan privasi data perusahaan yang terunggah di dalam platform ini.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top