Pesantren Ekologi Biharul Ulum Ajak Masyarakat Pulihkan Lahan Tambang

Reading time: 4 menit
Aktifitas tambang yang dilakukan warga sekitar. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Aktifitas tambang yang dilakukan warga sekitar. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Berdasarkan hasil pantauan Komunitas Wilayah Ciliwung-Cisadane (KWCC), hasil limbah dari pengolahan emas turut mencemari sungai Cisadane karena Sungai Cinaniki adalah bagian dari jaringan DAS Cisadane. Terdapat kandungan logam berat beracun yang terdiri dari merkuri (Hg), sianida (CN), cadmium (Cd), dan arsenik (As).

Bersandar pada fakta tersebut, Pondok Pesantren Biharul Ulum yang baru berdiri sekitar satu tahun, mencoba dengan perlahan untuk kembali memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat tentang reformasi agraria dan ekologi dengan menggandeng masyarakat desa.

Pesantren yang memiliki visi misi menciptakan generasi dini untuk peduli lingkungan dan anti terhadap pertambangan ini menerapkan pendidikan dengan metode yang berdasarkan pada pertanian yang ramah lingkungan dan menciptakan generasi muda yang mencintai tanah, air, udara, dan lingkungan sekitarnya.

“Pesantren ini didirikan sebagai respons dari begitu runyamnya persoalan agraria dan ekologi yang terjadi di kawasan pertambangan emas,” cerita Edi.

Pesantren yang terletak di Kampung Parigi, Desa Cisarua Kec. Nanggung Kabupaten Bogor ini berada di lokasi kawasan Taman Nasional Halimun-Salak. Kawasan tersebut juga merupakan hulu dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane. Berdasarkan topografinya, kawasan ini didominasi hutan, ladang, perkebunan, pemukiman dan lahan kosong. Namun sayang, sebagian besar lahan dijadikan area penambangan emas.

Aktifitas tambang yang dilakukan warga sekitar. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Aktifitas tambang yang dilakukan warga sekitar. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Lokasi penambangan tersebar di sekitar kawasan pondok yang meliputi Desa Malasari, Cisarua dan Bantar Karet. Seluruh lokasi penambangan (hotspots) dikelola oleh PT. ANTAM, Tbk yang merupakan bagian dari unit bisnis pertambangan emas Pongkor. Tidak hanya perusahaan, aktivitas penambangan emas juga dilakukan oleh warga secara ilegal.

Di pesantren ini para santri dan juga warga sekitar diberi pemahaman tentang agraria terutama berkaitan dengan politik agraria, ekologi kerakyatan, dasar-dasar pertanian dan pembentukan sistem produksi dan konsumsi tanding. Di Pesantren ini bahkan ilmu politik agraria sudah diajarkan sejak ditingkat Sekolah Dasar.

Sesuai dengan penamaannya sebagai pesantren berbasis agraria dan ekologi. Pondok Pesantren Biharul Ulum mencoba mengkaji fiqh agraria dan fiqh ekologi sebagai bahan studi para santri. Model pembelajaran yang diajarkan mengikuti pola pesantren serupa di Garut (Pesantren Ekologi At-Thaariq), bahkan disana telah berhasil mendirikan SMK Agraria. Diharapkan para santri dapat mengaplikasikan ilmunya dan dapat menyebarluaskan pandangannya soal fiqh agraria dan fiqh ekologi ke masyarakat.

“Kami mengharapkan bekal ilmu yang telah diberi mampu mengantarkan santri mempunyai kemampuan advokasi lingkungan berwawasan Islam. Outputnya adalah agar para santri mampu mengenal lingkungannya dengan baik, mendorong kemandirian dan bertanggungjawab kepada dirinya sendiri dan lingkungannya,” tandasnya.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page