Usung Protokol Kesehatan, Gowes Bareng Kebun Raya Challenge 75 Kilometer

Reading time: 2 menit
Usung Protokol Kesehatan, Bersepeda Asyik di Kebun Raya Challenge 75 KM
Usung protokol kesehatan, masyarakat antusias mengikuti gelaran Kebun Raya Challenge 75 KM. Foto: Muhammad Ma'rup.

Bogor (Greeners) – Aktivitas menyehatkan jadi salah satu pilihan menghabiskan libur panjang, terutama pada masa pandemi Covid-19 ini. Seperti yang dilakukan dua ratus orang yang bersepeda menempuh jarak kurang lebih 75 km dari Jakarta menuju Kebun Raya Bogor, Sabtu (31/11/2020) pagi. Mereka mengikuti acara bertajuk Kebun Raya Challenge (KRC) 75km yang merupakan program kolaborasi Kebun Raya Bogor dengan Dyandra Promosindo.

Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto turut serta dalam acara yang baru pertama kali digelar itu. Bima Arya mengatakan gaya hidup bersepeda di masa pandemi Covid-19 menjadi tren di kalangan masyarakat Indonesia. Meski begitu, protokol kesehatan terutama dalam mencegah Covid-19 tetap diutamakan.

“Saya senang melihat protokol kesehatan yang diterapkan di acara ini. Mudah-mudahan siap berkolaborasi bersama untuk bikin acara lagi bulan November atau Desember. Mengokohkan Bogor sebagai kota destinasi favorit bagi bikers Indonesia,” ujar Bima Arya dalam sambutannya sebelum ikut bersama peserta bersepeda berkeliling Kebun Raya Bogor.

Baca juga: Bali Pulih, Perempuan Pesepeda Promosikan Pulau Dewata

Tanpa Hiburan Musik, Antusias Masyarakat Tetap Tinggi dalam Kebun Raya Challenge

Menggelar acara pada masa pandemi Covid-19 tentu tidak mudah. Kerumunan memudahkan penularan virus. Untuk itu, disiplin terhadap protokol kesehatan serta beberapa penyesuaian dilakukan KRC 75 km guna mengantisipasi penularan kasus Covid-19.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Hendra Noor Saleh, mengatakan adanya pandemi Covid-19 menuntut ide kreatif dalam menyelenggarakan kegiatan. Pada KRC 75 km, pihaknya menggelar event dengan meminimalisir kerumunan. Hal-hal seperti pertunjukan musik dan pameran ditiadakan demi mengutamakan keselamatan. Bahkan, pihaknya membagi titik mulai menjadi tiga dan membatasi anggota tiap kelompok maksimal lima orang agar tidak ada kerumunan peserta.

“Ini event pertama, kita harus jaga jangan sampai jadi sumber penularan. Kelihatan kurang seru sebab tidak ada keramaian, acara musik, tapi itu yang maksimal kita lakukan,” jelasnya.

Meski ada penyesuaian dan pembatasan, dia menjelaskan antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi dalam KRC 75 km sangat tinggi. Pihaknya bahkan harus menolak tambahan peserta agar tetap sesuai dengan protokol kesehatan.

“Peserta antusiasmenya luar baisa, sebab kita batasi dua ratus peserta untuk tanggung jawab sosial. Antusiasme masih tinggi, tapi kami terpaksa tutup,” ujar Hendra.

Lebih jauh Hendra mengatakan kegiatan out door akan menjadi pilihan rekreasi masyarakat. Hal tersebut juga diperkuat adanya pandemi Covid-19 yang menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Adapun untuk event bersepeda serupa, pihaknya tengah menimbang untuk digelar di kota-kota lainnya, terutama dengan memperhatikan kondisi kasus Covid-19 di masing-masing daerah.

“Banyak yang memberi masukan beberapa tempat di Cibodas, Purwodadi, Bali. Ini masukan berharga, tapi terlalu dini. Kita pelajari terutama market dan kebijakan pemerintah setempat sebab berbeda kondisi di maisng-maisng kota,”pungkasnya.

Penulis: Muhammad Ma’rup

Editor: Ixora Devi

Top
You cannot copy content of this page