13 Ekor Lutung Jawa Siap Dilepas Ke Hutan

Reading time: 2 menit

MALANG (Greenermagz) –Tiga belas ekor Lutung Jawa yang direhabilitasi Javan Langur Center (JLC) atau tempat rehabilitasi lutung jawa sub spesies jawa bagian timur (trachypithecus auratus) siap dilepas di kawasan hutan di Coban Talun, Kota Batu, Jawa Timur. Sebelumnya, lutung jawa ini sudah menjalani rehabilitasi sejak tahun 2008.
Proses rehabilitasi ini membutuhkan waktu lama mulai dari masa karantina selama 6 bulan hingga dimasukkan ke kandang sosialisasi untuk pembentukan kelompok. Proses pembentukan kelompok ini yang membutuhkan waktu yang lama, karena harus bongkar pasang kelompok untuk membentuk pasangan yang cocok.

Manajer Project JLC Iwan Kurniawan mengatakan, pembentukan kelompok bisa membutuhkan waktu sampai dua tahun bahkan lebih. Tergantung masing-masing individu bisa menerima atau tidak. “Yang siap dilepas saat ini ada dua kelompok,” kata Iwan Kurniawan, saat ditemui di JLC, Minggu (22/07/2012).

Masing-masing kelompok ada enam ekor lutung dewasa ditambah satu ekor bayi lutung yang baru saja lahir pekan lalu. Setiap kelompok terdiri dari 1 ekor lutung jantan dan 5 ekor lutung betina. Adanya bayi lutung ini, kata Iwan, menambah nilai tambah bagi pejantan untuk mempertahankan kelompok sehingga tidak mudah bubar ketika dilepas.

Iwan menjelaskan, hutan primer merupakan habitat lutung jawa. Jika hutan primer seperti hutan hujan, hutan mangrove, dan lain-lain tidak ada, maka mereka tidak akan bisa hidup. Di Jawa Timur, berdasarkan riset yang dilakukan JLC, terdapat sekitar 2.500 sampai 3.000 ekor lutung jawa yang terlihat di lapangan. “Jumlah itu tidak seimbang dengan luasan hutan yang ada, banyak arela kosong yang dulu merupakan habitat lutung,” kata Iwan.

Karena itu, sebelum benar-benar di lepas di kawasan hutan Coban Talun, JLC bersama Perhutani, dan instansi terkait serta masyarakat desa hutan terus melakukan sosialisasi kepada warga agar tidak melakukan perburuan hewan dan penebangan pohon. Sebab, dari hasil survey di hutan tersebut, ada 69 jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan untuk makanan lutung. “Hampir 90 persen tumbuhan di hutan tersebut adalah sumber makanannya lutung.” kata Iwan.

Sementara itu, petugas Perhutani yang mengelola kawasan tersebut, Sigit mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan coordinator masyarakat sekitar hutan agar tidak melakukan perburuan liar dan turut menjaga kelestarian satwa dan habitat di dalamnya. “Kami tidak berharap setelah lutung dilepas, malah diburu,” kata Sigit.
Karena itu, sebelum dilepas, alangklah baiknya dilakukan penyadaran terlebih dulu kepada masyarakat agar tidak merusak tumbuh-tumbuhan yang menjadi makanan lutung tersebut.

Iwan menambahkan, sekitar tahun 1990-an, di hutan kawasan Coban Talun ini memang habitatnya lutung jawa, namun karena bnayak perburuan dan pembalakan liar, saat ini hanya terdeteksi 2 kelompok saja. Itupun tempatnya di dalam hutan paling dalam. “Karena itu, kami akan melepas dua kelompok lutung di pinggir hutan tersebut akhir bulan ini,” ujar Iwan. (G17)

Top
You cannot copy content of this page