Bencana nan Sempurna

Reading time: 5 menit

Namun teknologi masih terkendala pada ongkos dan waktu pengembangan untuk menuju sempurna. Sedangkan perubahan iklim tidak pernah menunggu. Armi, menjabarkan beberapa solusi untuk mengurangi segala dampak yang muncul pada bencana. “Copenhagen harus berhasil, dan membawa langkah-langkah yang bisa menggantikan protokol kyoto.” Terangnya. Kemudian dia menambahkan tentang harus adanya kombinasi teknologi, kearifan lokal dan keberlangsungan ekosistem.

Pada tataran yang lebih kecil masyarakat harus mulai dibekali pengetahuan akan adanya perubahan pada pola cuaca, karena beberapa profesi, seperti petani dan nelayan, adalah baris pertama yang menerima dampak perubahan iklim. Sehingga mereka harus bisa mengadaptasinya. Memulai mengubah gaya hidup dalam beraktivitas sehari-hari yang lebih memerhatikan dampak lingkungan. Dan yang terpenting adalah memulai  dengan secepat-cepatnya, karena perlombaan dengan proses perubahan sudah dimulai.

Manusia bisa menghitung semua bentuk kesalahan yang diperbuatnya, seberapa kencang badai, memprediksi curah hujan, munculnya wabah penyakit  berbahaya, kepunahan spesies, menipisnya sumber energi, dan dampak terhitung lainnya, yang baik secara langsung atau tidak berkaitan dengan pemanasan global. Semua tampak bisa dikonversi menjadi angka. Tapi w Dan bila kita sudah tak bisa menikmati anugerah alam yang tak terukur, itulah bencana yang sesungguhnya. Sebuah perfect disaster! (end)

Top
You cannot copy content of this page