Bonek Cabuti Paku di Pohon

Reading time: 2 menit

Surabaya (Greeners) – Tiap kali mendengar kata bonek, yang terlintas di benak kita pastilah tindakan vandal yang brutal di luar logika. Dari singkatannya saja sudah membuat orang gentar, Bonek = Bondo Nekat (Modal Nekat). Tingkah para suporter Persebaya ini, kerap membuat jengah. Akibat ulah bonek, banyak orang Surabaya yang dicap brutal.

Tapi puluhan bonek dan bonita (bonek wanita) dari kelompok Bonek Garis Hijau ingin mengubah pandangan itu. Mereka mau belajar menjadi dewasa melalui alam. Para gibol ini sepakat untuk mulai bertindak logis dengan berguru pada habitat mereka di kota Pahlawan.

Tiap Minggu pagi, puluhan bonek dan bonita berburu paku yang menancap dan menyakiti pohon-pohon di sekitar Taman Bungkul di kawasan Jl. Darmo, Surabaya. Taman ini menjadi salah satu tempat rekreasi warga Surabaya terutama pada hari Minggu. Lagipula tiap Minggu di Jl. Darmo digunakan untuk car free day.

Untuk mencabut paku, mereka menggunakan kubut dan kayu pendek. Kubut digunakan untuk mencabut, sedangkan kayu sepanjang tangan orang dewasa untuk pengungkit. Paku yang telah tercabut dikumpulkan dalam sebuah tas kain.

“Ayo Dulur, pakune sing mancep nang wit-witan dijabuti kabeh! Gak peduli onok reklamene. Jabuti kabeh!” (Ayo Saudaraku, cabuti semua paku yang menancap di semua pohon! Tidak peduli ada reklamenya. Cabuti semua!), teriak Abi menggerakkan kawan-kawannya mengakhiri kesengsaraan para penghasil oksigen kota.

Pohon-pohon yang sudah terselamatkan diberi poster kain bertuliskan “JANGAN TANCAPKAN PAKU DI SINI. BONEK GARIS HIJAU”. Poster kain berukuran 40cm x 60 cm ini diikatkan menghadap ke jalan pada tubuh pohon. Ini membuat pengumuman terbaca gamblang.

Aksi para bonek mengundang kagum dari sejumlah pengujung. Mereka tidak mengira bonek yang selama ini punya citra negatif bisa berbuat mulia. “Seharusnya Satpol PP meniru bonek-bonek ini. Kalau merazia spanduk ya pakunya dicabut sekalian.” kata Bambang

Selain ramai-ramai mencabuti paku, Bonek Garis Hijau, Komunitas Nol Sampah, Paguyuban Cak dan Ning Surabaya, Ecoton, dan beberapa individu pemerhati lingkungan lain juga membagikan bibit tanaman. Bibit yang dibagikan adalah sukun, matoa, dan tanaman buah lainnya.

Saat ini Bonek Garis Hijau tengah mengincar paku-paku yang ditancapkan di pohon untuk memasang berbagai tanaman pakis dan anggrek. Mereka yakin paku-paku itu ditancapkan oleh otoritas tertentu. Tapi bonek-bonek ini tidak mau gegabah. Mereka akan mengganti paku dengan tali. “Kami siap melakukan sweeping ke wilayah lain di Surabaya tutup Abi. (G13)

Top
You cannot copy content of this page