Darah Tinggi Mengancam Penduduk Kota

Reading time: 2 menit
Orang yang tinggal di daerah perkotaan dengan tingkat polusi udara yang tinggi lebih berpotensi terkena penyakit darah tinggi...

(Greeners) Orang yang tinggal di daerah perkotaan dengan tingkat polusi udara yang tinggi lebih berpotensi terkena penyakit darah tinggi dibandingkan mereka yang tinggal di daerah dengan tingkat polusi rendah. Hal ini diutarakan oleh peneliti dari Universias Dusiburg-Essen, Jerman.

“Hasil penelitan kami menunjukkan bahwa yang hidup di sebuah area dengan partikel level tertinggi polusi udara akan berkaitan dengan tingginya potensi tekanan darah tinggi,” ujar Barbara Hoffman dari Universitas Duisburg-Essen,

Hasil penelitian tersebut dipaparkan dalam Konferensi International ATS 2010 di New Orleans, Amerika Serikat.

Peneliti menggunakan dispersi kimia dan model transportasi untuk memperkirakan paparan jangka panjang untuk partikulat polusi. Sedangkan, untuk pengukuran tekanan darah, mereka menggunakan alat oscillometric otomatis yang dapat mendeteksi gerakan darah melalui arteri brakialis dan mengubah gerakan menjadi bacaan digital.

Mereka mendapatkan tekanan darah rata-rata meningkat sebesar 1,7 mmHg setiap terjadi peningkatan sebesar 2,4 ug / m³ di tingkat paparan partikel polusi di bawah 2,5 μm. Paparan partikel itu sebagian besar berasal dari sumber pembakaran di daerah perkotaan, yaitu lalu lintas, pemanasan udara, dan polusi industri. Mereka menemukan sebuah asosiasi yang sama untuk partikel kasar di bawah 10 μm, yang berisi bahan tambang bumi dan polusi jalanan.

“Baik tekanan darah sistolik maupun diastolik, lebih tinggi terjadi pada orang yang tinggal di daerah tercemar, bahkan jika kita mengambil faktor-faktor penting yang juga memengaruhi tekanan darah seperti umur, jenis kelamin, perokok, berat, dan lain-lain. Peningkatan tekanan darah lebih kuat terjadi pada wanita dibandingkan pria,” jelas Hoffman.

Tekanan darah tinggi meningkatkan resiko bagi pengerasan arteri (atherosclerosis) yang memicu penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung dan stroke. Dr Hoffman menyebutkan bahwa hasil penelitiannya bisa dipakai untuk menjelaskan banyak orang yang tinggal di daerah tercemar memiliki resiko menderita dan mati karena penyakit tersebut.

“Oleh karena itu diperlukan untuk lebih lanjut upaya kita dapat mencegah paparan kronis dari polusi udara yang tinggi sebanyak mungkin, ”lanjut Hoffman.

Dalam web ATS, Dr Hoffman dan rekannya, disebutkan sedang bersiap untuk mempelajari lebih lanjut apakah hidup di daerah dengan tingkat polusi udara yang lebih tinggi menyebabkan perkembangan aterosklerosis pada arteri koroner, yang menyuplai jantung dengan darah segar, dan dari arteri karotis, yang memasok otak dengan segar darah. (American Thoracic Society)

Top
You cannot copy content of this page