Debit Air Menyusut, Ribuan Warga Malang Kekurangan Air Bersih

Reading time: 2 menit

Malang (Greenersmagz) – Pagi menginjak siang, beberapa warga Dusun Blandit Timur, Desa Wonorejo, Malang, Jawa Timur, baru saja pulang dari ladang mencari rumput, sebagian warga lain bersenda gurau dengan tetangga di depan rumah. Membawa beban rumput di atas kepala menjadi kebiasaan warga di tepi bukit bagian utara Malang ini. Aktivitas mereka sontak bubar, kala sebuah mobil tangki air milik Palang Merah Indonesia (PMI) Malang memasuki dusun itu.

“Tangki air, tangki air, cepat bu,” ujar Sunarni, salah satu warga setempat memberitahu tetangga lain kalau ada bantuan air bersih ke dusun ini, Selasa (17/09/2013).

Pagi itu, sebuah mobil tangki berisi air 5 ribu liter sengaja didatangkan PMI Malang dari PDAM Singosari yang berjarak sekitar 12 kilometer dari Dusun Blandit Timur. Warga yang sejenak menikmati istirahat langsung mengambil jerigen air yang mampu terisi air 15 liter. Ada yang membawa 4 jerigen, ada yang 2 jerigen dan ember untuk mengisi air. Sambil tergopoh-gopoh  menggendong anaknya, Sunarni langsung menaruh jerigen miliknya di baris antrian.

Di musim kemarau, wilayah ini memang langganan kekurangan air. Warga harus rela menempuh jarak 3 kilometer untuk menuju sumber air terdekat di Dusun Banyol. Di sana, warga juga harus rela antri lagi demi mendapatkan beberapa jerigen air untuk kebutuhan masak, mandi, dan lain-lain. Kadang, mereka berangkat pukul 03.00 WIB untuk ikut antrian di Sumber Tretes. “Jam lima pagi baru bisa dapat air,” ujar Kusnan, salah satu warga setempat.

Ia mengaku kekurangan air bersih sudah terjadi sejak sebulan terakhir. Biasanya debit air di Sumber Tretes cukup untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga tiga dusun di Desa Wonorejo. Namun, ketika musim kemarau debit air menyusut sehingga tak bisa memasok kebutuhan air warga. Padahal, katanya, dulu sebelum ada penebangan liar hutan di bukit sebelah timur desa, debit sumber air selalu mencukupi meski musim kemarau. Namun, sejak banyak hutan di bukit habis, debit air kian menyusut setiap tahun.

Kepala Desa Wonorejo, Poniman, mengatakan, pihaknya sudah mengajukan ke Pemerintah Daerah untuk dibuat sumur bor di dusun ini setiap tahun. Namun, hingga kini belum kunjung dibangun meski sudah beberapa kali disurvei. Jumlah penduduk Desa Wonorejo sekitar 6 ribu jiwa dan sebanyak 3 ribu jiwa yang berada di dusun Blandit Timur yang mengalami kekurangan air bersih.

“Lima bulan lalu sudah disurvei, katanya awal 2014 dibangun, tapi ya tidak tahu lagi kepastiannya,” ujar Poniman, yang turut mengatur warga antri air bersih di belakang mobil tangki air PMI Malang.

Sementara itu, Kepala Subseksi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Muji Utomo,mengatakan akan memasok dua kali sehari air bersih ke dusun ini setiap pagi dan sore hari dengan pengiriman dua hari sekali. Pengiriman kebutuhan air bersih ini dilakukan berdasarkan permintaan warga kepada pemerintah desa setelah sebulan ini merasakan kekurangan air bersih. (G17)

Top
You cannot copy content of this page