Generasi O Menjangkit Indonesia

Reading time: 2 menit
Kartono Muhammad (ketiga dari kiri) mengungkapkan bahwa "generasi O" sudah menjangkit usia remaja khususnya perkotaan. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Jakarta (Greeners) – Baru-baru ini sebuah penelitian menunjukkan beberapa fakta, bahwa pilihan gaya hidup yang lebih baik akan meningkatkan kualitas kesehatan pribadi dengan tingkat gangguan kesehatan tertinggi untuk diabetes dan perokok aktif di Indonesia, adalah tidak relevan.

Penelitian yang dilakukan oleh Sun Life Financial Asia terhadap 729 orang di Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya dan Medan baru-baru ini mengungkapkan bahwa masyarakat Indonesia yang berusia antara 25 hingga 55 tahun sadar betul bahwa kesehatan pribadi adalah hal yang sangat penting. Namun, tindakan untuk menempatkan kesehatan sebagai prioritas utama tersebut diabaikan begitu saja.

Chief Distribution Officer PT Sun Life Financial Indonesia, Elin Wati, menjelaskan, bahwa fenomena yang terjadi saat ini lebih sering dianggap sebagai “generasi O” atau generasi Overworked (terlalu banyak kerja), Overweight (kelebihan berat badan), Overwhelmed (Kelelahan) dan Out of Breath (Tersenggal-senggal).

“Generasi O ini adalah mereka yang sebenarnya tahu betul harus menjaga kesehatan, tahu bagaimana gaya hidup sehat, namun tidak dilakukan dengan baik,” ungkap Elin saat menyampaikan presentasinya pada Konferesi Pers “Sun Life Financial Asia Health Index” di Jakarta, Rabu (22/10).

Pakar Kesehatan dan Mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Kartono Muhammad juga menambahkan kalau fenomena generasi O tersebut bukan hanya terjadi di Kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, Bandung dan sekitarnya. Namun, jelasnya, wilayah pedesaan pun sudah mengidap generasi O ini.

“Hanya saja, untuk di pedesaan masyarakatnya masih berolahraga karena sebagian besar aktivitasnya berhubungan dengan fisik,” jelas Kartono.

Selain itu, Kartono juga menerangkan hasil penelitian untuk generasi O ini sudah ada sejak lama namun tidak terungkap secara jelas. Ditambah, lanjutnya, generasi O saat ini sudah menjangkit usia remaja khususnya di perkotaan dimana para remaja sudah semakin sering mengonsumsi makanan dan melakukan gaya hidup yang juga tidak sehat.

“Remaja kita sekarang sudah mulai makan makanan tidak sehat, suka dunia malam dan melakukan gaya hidup yang sangat tidak sehat. Untuk olahraga pun cenderung tidak pernah selain melalui smartphonenya,” pungkas Kartono.

(G09)

Top
You cannot copy content of this page