Hari Ciliwung 2018, Kondisi Sungai Ciliwung Semakin Baik

Reading time: 3 menit
hari ciliwung 2018
Foto: greeners.co/Dewi Purningsih

Jakarta (Greeners) – Dalam rangka memperingati Hari Ciliwung 2018, Gerakan Ciliwung Bersih (GCB) bekerjasama dengan Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) dan mitra stakeholder menyelenggarakan Peringatan Hari Ciliwung 2018 di Kantor Gerakan Ciliwung Bersih di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pada acara tersebut Peni Susanti selaku Ketua Umum GCB mengatakan bahwa saat ini kondisi Sungai Ciliwung semakin baik setelah mendapat dukungan dari pemerintah dan sektor privat yang terus berupaya membenahi keadaan Sungai Ciliwung dari hulu sampai hilir.

“Dulu sungai Ciliwung ini parah sekali polusinya, mulai dari sampah sampai air yang kotor dan bau. Namun sejak ditemukannya biota laut langka yakni kura-kura purba (bulus) pada tahun 2015, kami meyakini dan berkomitmen dengan para stakeholder bahwa Sungai Ciliwung bisa dibersihkan kembali. Terbukti saat ini banyak biota laut yang kami temukan seperti lobster, udang biru, bayi linsang, ikan baung, ikan gurame, dan ikan sepat di sekitar sungai Ciliwung,” ujar Peni kepada Greeners saat ditemui di lokasi acara, Minggu (25/11/2018).

Peni mengatakan bahwa kondisi dan kualitas Sungai Ciliwung yang semakin baik juga dibuktikan oleh stasiun pantau Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Stasiun pantau tersebut menyatakan bahwa saat ini Sungai Cilliwung sudah berkelas yang artinya pencemaran yang dulu pernah ada saat ini berangsur-angsur membaik.

“Dikatakan berkelas itu juga membutuhkan waktu yang lama. GCB didirikan dari tahun 1989, sudah 30 tahun yang lalu proses dari polusi sampai bersih itu sudah selama itu. Perjuangan kami bersama-sama komunitas lainnya juga dilihat oleh Presiden Jokowi yang membuat kebijakan nasional untuk pembersihan air sungai,” tutur Peni.

BACA JUGA: Menteri LHK Tetapkan SK Daya Tampung Beban Pencemaran pada Sungai 

Membenarkan pernyataan Peni, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Karliansyah mengatakan, menurut pemantauan KLHK pada tahun 2017 sungai-sungai besar di Indonesia di tingkat provinsi sudah ada 221 titik menujukkan tingkat kenaikan kualitas, salah satunya Sungai Ciliwung.

“Ini dibuktikan bukan saja oleh parameter kunci kualitas sungai yang memang angkanya membaik, tapi salah satunya sudah ditemukan udang. Udang itu merupakan biota yang sangat sensitif dan membutukan air yang bersih untuk bertahan hidup. Kalau ada udang berarti ada biota lain yang hidup di Sungai Ciliwung ini. Hal ini adalah bukti kerja keras peran komunitas yang membantu mendorong masyarakat kepada perilaku yang lebih baik,” ujar Karliansyah.

Karliansyah juga mengatakan bahwa Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, berharap gerakan masyarakat ini semakin meningkat. Menurutnya, program pemerintah tanpa didukung oleh masyarakat hasilnya tidak optimal.

“Apalah daya kami tanpa masyakarat. Tapi kami juga berpesan kepada masyarakat untuk lebih patuh terhadap peraturan seperti tidak membuang sampah sembarangan. Kalau itu bisa dilakukan oleh masyarakat, 51% masalah di Ciliwung akan selesai. Menurut hitungan kami rusaknya Ciliwung 63% diakibatkan oleh sampah domestik yang sebagian besar dari sampah rumah tangga,” kata Karliasnyah.

BACA JUGA: Menko Luhut Siap Menindak Perusahaan Pencemar Sungai Citarum 

Upaya lain untuk memajukan sungai Ciliwung menjadi lebih baik juga datang dari Pemerintah Walikota Jakarta Pusat yang akan fokus di seputar kawasan Kali Menteng untuk mencegah terjadinya banjir di kawasan Jakarta Pusat.

“Fokus kami saat ini dengan mengupayakan Kelurahan Pasar baru yang lokasinya berdekatan dengan Kali Ciliwung untuk dijadikan sebagai kawasan rumah ke tiga. Artinya, menormalisasikan daerah kawasan banjir dan tentu saja demi meningkatkan kualitas Sungai Ciliwung di kawasan DKI Jakarta,” ujar Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara.

Bayu mengatakan bahwa segala sesuatu yang dilakukan oleh pemerintah bisa membawa Sungai Ciliwung menjadi lebih baik dan akan semakin baik ke depannya dengan dukungan sektor privat dan masyarakat.

Sebagai informasi, peringatan Hari Ciliwung ini juga dilakukan beberapa kegiatan seperti peluncuran SAHABAT SUNGAI, penanaman pohon pagar sepanjang Ciliwung, melukis tembok (mural) sepanjang Ciliwung, lomba foto Ciliwung, panen hidroponik dan vertikultur, pameran Komunitas Peduli Ciliwung, demo Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS), demo penjernihan air, demo panen air hujan, susur Sungai Ciliwung, dan penjelasan tentang Ciliwung Center.

Penulis: Dewi Purningsih

Top