Ilmuwan Indonesia Belum Berani Ungkap Dampak Perubahan Iklim

Reading time: < 1 menit
Direktur Research Center for Climate Change (RCCC) Universitas Indonesia, Prof. Jatna Supriatna (tengah). Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Jakarta (Greeners) – Dampak perubahan ikllim yang terjadi abad ini sudah begitu besar dan terlihat semakin meyakinkan. Menurut Prof. Jatna Supriatna, Direktur Research Center for Climate Change (RCCC) Universitas Indonesia dan anggota Majelis Wali Amanat Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF), dampak cukup besar yang terjadi pada Indonesia lebih disebabkan karena Indonesia merupakan negara kepulauan.

Untuk Jakarta saja, kata Jatna, dalam satu tahun selalu ada peningkatan kenaikan permukaan air laut setidaknya enam sentimeter. Kenaikan permukaan air laut ini akan sangat berpengaruh besar untuk beberapa puluh tahun ke depan jika tidak ditangani secara serius. Jika dibiarkan, diprediksi akan banyak pulau-pulau yang akan tenggelam.

“Dampak-dampak ini harus benar-benar diperhatikan karena akan sangat berpengaruh pada pulau-pulau kita (Indonesia), biodiversitas kita, terhadap hutan kita,” ujarnya kepada Greeners usai menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk “Perubahan Iklim dalam Perspektif Media” di Jakarta, Rabu (28/10).

Melihat hal ini, lanjut Jatna, seharusnya para ilmuwan Indonesia mulai bergerak dan memahami kalau perubahan iklim adalah benar terjadi. Namun, menurut Jatna, tidak banyak ilmuwan Indonesia yang berani maju dan mengungkap dampak perubahan iklim. Akhirnya, mereka memilih untuk tidak percaya pada perubahan iklim karena secara kode etik para ilmuwan diharuskan berbicara sesuai kebenaran data dan fakta.

“Nah, kalau scientist (ilmuwan) disuruh begitu yah bisa-bisa nyawanya hilang. Kan, sering terjadi ancaman begitu. Itulah makanya wartawan harus terus berani bertanya pada scientist agar mau membuka datanya,” katanya.

Terkait kebakaran hutan, Jatna menyatakan bahwa pemerintah tidak pernah mengajak atau melibatkan para ilmuan Indonesia untuk duduk bersama, berbincang dan membahas akar permasalahan kebakaran lahan dan hutan yang sudah terjadi selama 18 tahun di Indonesia.

“Harusnya bisa dilibatkan ya. Seperti penemuan bahan kimia dari jepang yang bisa memadamkan api, itu kan bisa diteliti,” pungkasnya.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page