Instalasi Pengolahan Air Limbah Zona 1 Pluit Siap Dikembangkan

Reading time: 2 menit
instalasi pengolahan air limbah
Instalasi pengolahan air limbah. Foto: wikimedia.org

Jakarta (Greeners) – Pembangunan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah Terpadu (IPALT) Jakarta atau Jakarta Sawerage System (JSS) akan siap dikembangkan pada Zona 1 di Pluit, Jakarta Utara.

Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta, Teguh Hendrawan kepada Greeners mengatakan bahwa proyek Jakarta Sewerage System ini akan menangani pengolahan limbah domestik di 14 zona (termasuk zona yang sudah beroperasi), dengan rencana pembangunan awal pada Zona 1 dan 6. Kedua zona ini diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2022, dimana Zona 1 akan melayani wilayah pusat dan utara dan Zona 6 akan melayani wilayah barat.

“Kami di Dinas Sumber Daya Air masih dalam tahap perencanaan untuk Zona 1 ini. Rencananya, baru tahun depan akan direalisasikan,” terangnya, Jakarta, Selasa (21/03).

BACA JUGA: Kementerian PUPera Gunakan Dua Pendekatan Khusus Penanganan Air Limbah

Khusus Zona 1, luas IPAL yang akan dibangun mencapai 4.901 hektare dengan kapasitas 198,000 meter kubik per hari. Perkiraan biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 8,1 triliun. Zona 1 ini akan melayani wilayah Jakarta Pusat, termasuk wilayah sekitar Sudirman dan Thamrin, serta Pluit di Jakarta Utara. Dengan pembangunan pengelolaan air limbah pada Zona 1 tersebut, maka pengelolaan limbah di Jakarta diperkirakan bertambah menjadi 20% dari sebelumnya hanya 2,38%.

Sedangkan untuk Zona 6 yang mencakup wilayah Duri Kosambi, luas IPAL yang akan dibangun adalah 5.875 ha dengan kapasitas 282.000 m3 per hari, dengan perkiraan biaya mencapai Rp 8,7 triliun. Saat ini, Kota Jakarta baru memiliki satu IPAL yakni di Waduk Setiabudi.

BACA JUGA: KLHK: Kondisi Kualitas Air Sungai di Indonesia Memprihatinkan

Sekretaris Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPera, Rina Agustina, saat dihubungi oleh Greeners menambahkan bahwa proyek ini patut mendapat perhatian yang besar dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, dengan adanya Perusahaan Daerah Pengolah Air Limbah (PD PAL), Pemda DKI Jakarta bisa memulai pembangunan Jakarta Sawerage System secara bertahap.

“Selain itu, karena tantangan terbesar proyek ini adalah pengadaan lahan, maka kami mendorong swasta, khususnya pengembang properti yang akan membangun kawasan permukiman itu harus mengutamakan pembangunan IPAL dan drainase di area pembangunannya terlebih dahulu sebelum membangun rumah,” kata Rina.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page