Internet Perparah Perdagangan Ilegal Harimau

Reading time: 2 menit

Jakarta (Greeners) – Kemajuan teknologi informasi ternyata membawa dampak buruk bagi perlindungan sub-species harimau terakhir yang dimiliki Indonesia ini. Mudahnya akses internet membuat jalur perdagangan ilegal harimau dan bagian tubuhnya menjadi lebih mudah. Penjual dan pembeli dapat melakukan transaksi secara langsung dan barang dikirimkan melalui jasa pengiriman barang, tanpa harus bertemu muka.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Forum HarimauKita, Dolly Priatna dalam aksi Global Tiger Day di Kawasan Monas, Jakarta Pusat pada Senin (29/7) bersama dengan sekitar 150 relawan jaringan pemerhati harimau TigerHeart.

Ratusan relawan yang tergabung dalam Jaringan TigerHeart, relawan Forum HarimauKita telah berhasil mengumpulkan ratusan link yang menjual harimau dan bagian tubuhnya. Data-data tersebut dikumpulkan semenjak tahun 2010 dan telah berhasil mengidentifikasi beberapa situs yang sering menjadi media jual beli.  Beberapa pelaku berhasil ditangkap berkat kerjasama dengan PHKA dan lembaga mitra.

Untuk mempersempit ruang gerak pelaku, pelibatan publik secara luas dalam melawan perdagangan ilegal harimau sumatera dan bagian tubuhnya melalui internet menjadi sebuah keharusan. Di sini lain, Forum HarimauKita akan mendorong Pemerintah untuk bertindak tegas terhadap situs-situs yang masih melakukan pembiaran adanya jual beli harimau dan bagian tubuhnya.

Bekerjasama dengan Wildlife Crime Unit (WCU) yang merupakan unit kolaborasi antara Wildlife Conservation Society (WCS) dengan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Satuan Polisi Hutan reaksi  Cepat (SPORC) serta Mabes POLRI, para penjual digiring ke ranah perdagangan konvensional. Dari data yang dirilis WCU, 18 kasus perdagangan online terungkap sepanjang periode 2011 hingga April 2013, 12 di antaranya menyangkut perdagangan bagian tubuh harimau sumatera. 4 pelaku kejahatan sudah divonis penjara yang berkisar 3 – 24 bulan penjara.

Keberhasilan penangkapan ini, menjadi bukti kerjasama berbagai pihak untuk secara bersama-sama melawan kejahatan terhadap satwa liar melalui internet.  HarimauKita telah berhasil mengawali sebuah langkah sederhana melawan jaringan perdagangan satwa liar di internet dengan melibatkan dukungan publik. Meskipun tidak dipungkiri,

Dolly menjelaskan Harimau Sumatera merupakan sub-spesies harimau terakhir yang tersisa di Indonesia, setelah Harimau Bali dan Harimau Jawa dinyatakan punah oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources). Saat ini, populasi harimau sumatera semakin terancam oleh perburuan dan perdagangan ilegal bagian tubuh harimau sumatera, serta konflik dengan manusia akibat semakin tingginya pembukaan hutan untuk kepentingan pembangunan.

Sampai saat ini, perburuan ilegal masih menjadi ancaman utama kelestarian harimau Sumatera. Hampir seluruh bagian tubuh harimau menjadi koleksi yang paling diincar di pasar gelap. Mills dan Jackson melaporkan lebih dari 3990 kilogram tulang harimau Sumatera diekspor ke Korea Selatan sejak 1970 sampai 1993. Tulang-tulang tersebut dijadikan bahan baku obat tradisional China.

Selain itu, Sheppard dan Magnus memperkirakan setidaknya 253 ekor harimau Sumatera diambil dari habitatnya antara tahun 1998 hingga 2002. Sebagian besarnya diambil secara ilegal.

Perburuan dan perdagangan ilegal ternyata tidak hanya mengancam keberlangsungan kehidupan dari segi ekosistem saja, namun juga dari sisi ekonomi. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan RI menyatakan bahwa negara mengalami kerugian sekitar Rp9 Triliun pertahun akibat perburuan dan perdagangan satwaliar secara ilegal.

Ide tentang Global Tiger Day dilahirkan dalam Pre-Tiger Summit di Bali Juli 2010. Pada Pertemuan Tingkat Tinggi (Tiger Summit) di St. Petersburg Russia Nopember 2010. Tiger Summit yang dihadiri oleh perwakilan 13 negara yang memiliki wilayah jelajah harimau dan seluruh organisasi pemerhati harimau se-dunia menetapkan Global Tiger Day setiap 29 Juli.

Selain di Jakarta, aksi kampanye Global Tiger Day juga dilakukan di berbagai kota besar di Indonesia seperti di Padang, Medan, Jambi, Lampung, Purwokerto dan Bali. “Sejumlah kota besar, terutama di Sumatera, dimana kita mempunyai representasi jaringan relawan TigerHeart, kita minta untuk melakukan aksi,” kata Dolly Priatna, Ketua Forum HarimauKita. (G03)

Top
You cannot copy content of this page