Javan Langur Center Terima Enam Lutung Jawa Kelahiran Inggris

Reading time: 2 menit

Batu (Greeners) – Pusat rehabilitasi Lutung Jawa, Javan Langur Center (JLC) menerima enam ekor Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) hasil pengembangbiakan Taman satwa Port Lympne dan Kebun Binatang Howletts, Inggris, Kamis (11/7/2013). Keenam lutung jawa berusia lima tahun lebih ini merupakan anakan dari pasangan Lutung Jawa hasil pertukaran dengan Kebun Binatang Ragunan Jakarta.

Sejak Februari 2013 lalu, keenam ekor Lutung Jawa telah menjalani rehabilitasi dan adaptasi iklim selama lima bulan Pusat Rehabilitasi Primata, Bandung. “Lima ekor betina yakni Tiquila, Linseed, Dwale, Diamond, Tango dan seekor lutung kelamin jantan bernama Adzuki,” kata Project Manager JLC, Iwan Kurniawan, Kamis (11/7/2013) di Batu, Jawa Timur.

Setelah tiba di JLC yang berada di lereng hutan lindung Coban Talun, Kota Batu, keenam lutung kemudian dibagi tiga kelompok berbeda. Tiga kelompok ini dicampur dengan individu lain yang sudah ada terlebih dulu di kandang JLC. Pemisahan ini, kata Iwan, untuk menghindari perkawinan sedarah serta memperbaiki genetika. Sebab, jika disatukan dan terjadi perkawinan sedarah bisa menghasilkan anakan yang cacat.

Meski baru pertama bertemu dengan kelompok lutung yang ada di JLC, proses sosialisasi tidak tidak terjadi penolakan. Masing-masing kelompok saling menerima kedatangan enam ekor lutung baru ini. Proses adaptasi dengan kelompok baru ini bisa membutuhkan waktu antara dua bulan hingga satu tahun, tergantung kesiapan mereka sebelum dilepas di alam.

Keenam lutung jawa yang lahir di Inggris ini, kata Iwan, akan menjalani proses pelatihan terlebih dulu dan disiapkan untuk dilepasliarkan di hutan lindung Coban Talun. Mereka akan dilatih untuk beradaptasi dengan pakan alam seperti dedaunan, serangga, tangai, serta buah-buahan yang tersedia di alam. “Mereka juga dilatih membuat sarang dan beraktivitas di alam bebas,” kata Iwan.

Dengan bertambahnya enam ekor lutung ini, JLC menampung 12 ekor lutung yang terbagi dalam empat kelompok. Dari empat kelompok ini, ada satu kelompok yang dirasa sudah siap untuk dilepas ke hutan. Rencananya akhir tahun 2013 kelompok ini bakal di lepas di hutan lindung Coban Talun.

Sementara itu, Direktur Aspinall Foundation Indonesia Program, Made Wedana, saat berada di JLC mengatakan, program translokasi lutung ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Indonesia. Dari Inggris, Lutung diadaptasikan dulu di Pusat Rehabilitasi Primata Jawa di Bandung. Di sana, mereka juga menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan terbebas dari berbagai penyakit menular seperti penyakit Tuberculosis, Hepatitis B, Herpes, dan SRV.

“Di Inggris, Lutung diberikan pakan umbi-umbian dan kacang-kacangan, selama beradaptasi dengan iklim di Indonesia, mereka juga beradaptasi memakan makanan alaminya seperti daun kaliandra dan aneka dedaunan lain,” ujarnya.

Kepala Resor Balai Konservasi Sumber Daya Alam Malang-Batu, Dedi Sudiana mengungkapkan, Lutung Jawa tersebar di kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo, Hutan Lindung Coban Talun, dan hutan di kawasan Cangar. Antara tahun 1996-2000, kata Dedi, populasinya masih bagus, tapi sekarang menurun drastis akibat perburuan liar dan diperjualbelikan. “Semoga dengan program ini bisa mengembalikan populasi lutung lebih bagus,” katanya. (G17)

Top

You cannot copy content of this page