Jelang Libur Nataru, BNPB Siapkan Mitigasi Bencana

Reading time: 2 menit
BNPB menyiapkan mitigasi bencana menjelang libur Natal dan tahun baru. Foto: BNPB
BNPB menyiapkan mitigasi bencana menjelang libur Natal dan tahun baru. Foto: BNPB

Jakarta (Greeners) – Jelang libur perayaan Natal dan pergantian tahun baru (Nataru), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana. Ini merupakan salah satu upaya pemerintah melindungi masyarakat dari dampak bencana.

Kepala BNPB, Suharyanto menjelaskan, bencana hidrometeorologi basah kemungkinan akan terjadi hingga Februari 2024. Untuk mengantisipasinya, BNPB mengimbau BPBD tingkat provinsi, kabupaten, dan kota untuk siap siaga memitigasi bencana.

“Kami mendorong pemda untuk menetapkan status siaga darurat. Jadi, sebelum terjadi bencana, pemda bisa siap siaga. Sehingga, pusat dapat memberikan bantuan sumber daya ke daerah,” ucap Suharyanto dalam keterangan rilisnya.

BACA JUGA: BNPB Cegah Dampak El Nino melalui Operasi Darat dan Udara

Hal itu tertulis di Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2023 tentang Imbauan Dalam Rangka Antisipasi Kejadian Bencana Pada Masa Libur Natal 2023 dan Tahun Baru Tahun 2024.

Surat Edaran tersebut untuk wilayah yang dilalui jalur mudik dengan wilayah tingkat kerawanan bencana.  Di antaranya Provinsi Lampung, Bali, dan provinsi yang ada di Pulau Jawa. Dalam rangka siaga darurat bencanal libur natal dan tahun baru, pemerintah pusat juga mengimbau pemda untuk membuat pos komando, mempersiapkan rencana operasi, dan menggelar peralatan.

BNPB menyiapkan mitigasi bencana menjelang libur Natal dan tahun baru. Foto: BNPB

BNPB menyiapkan mitigasi bencana menjelang libur Natal dan tahun baru. Foto: Freepik

BNPB Merilis Peta Jalur Mudik Rawan Bencana

Sementara itu, BNPB juga merilis Peta Jalur Mudik Rawan Bencana, khususnya untuk masyarakat yang akan melakukan perjalanan. Dengan peta ini, masyarakat bisa mengetahui tingkat kerawanan bencana, terutama pada wilayah yang mereka lalui.

“Peta rawan bencana banjir, rawan cuaca ekstrim dan rawan longsor, akan kami bagikan ke masyarakat dan ke pemda. Sehingga, para pelaku perjalanan liburan akan paham (tingkat rawan bencananya) ketika sampai di daerah masing-masing,” ujarnya.

Manfaatkan TMC untuk Antisipasi Tingginya Curah Hujan

Kesuksesan penggunaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dalam menangani kekeringan dan mengurangi karhutla pada tahun 2023 akan kembali dimanfaatkan. Teknologi tersebut dapat mengurangi dampak dari tingginya curah hujan dalam beberapa bulan ke depan.

“Kami akan memonitor perkembangan cuaca. Seandainya di jalur mudik dan tempat wisata, maupun daerah tertentu yang mungkin akan datang hujan deras dan banjir, dengan TMC hujannya akan diperkecil atau kami alihkan ke tempat lain,” tambah Suharyanto.

BACA JUGA: BNPB: 95 Bangunan Rusak akibat Gempa di NTT

Kerja sama dengan BMKG untuk menggunakan TMC terbukti berhasil ketika terjadi kekeringan dan El Nino tahun 2023. TMC berhasil mengantisipasi karhutla yang signifikan. Praktik TMC tersebut akan BNPB terapkan untuk menangani bencana hidrometeorologi basah.

BNPB Imbau Pemda Antisipasi Bencana

BNPB mengimbau seluruh pemerintah daerah untuk mengantisipasi bencana sesuai karakteristik wilayahnya masing-masing. Oleh sebab itu, pemerintah perlu mengantisipasi kawasan perkotaan untuk memastikan sistem drainase yang efektif.

Kemudian, perlu mewaspadai retakan tanah kering yang rentan longsor saat terjadi hujan di kawasan perbukitan. Pemerintah setempat perlu menerapkan teknik konservasi tanah dan air serta pemeliharaan jalur hijau. Tujuannya untuk mengurangi erosi dan longsor, serta merancang sistem drainase yang sesuai dengan topografi perbukitan.

“Kami siap mendampingi dan siap siaga bagi masyarakat yang sedang liburan. Mudah-mudahan hari libur ini berjalan lancar dan tidak terjadi bencana yang membuat masyarakat menjadi korban,” ujar Suharyanto.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top