Kementan Himbau Masyarakat Waspadai Penyakit Pada Hewan Kurban

Reading time: 2 menit
Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Jakarta (Greeners) – Kementerian Pertanian menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih teliti dan berhati-hati dalam memilih dan membeli hewan kurban untuk perayaan hari raya Idul Adha 1435 H yang jatuh pada tanggal 5 Okober 2014.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Pascapanen Kementerian Pertanian, Akhmad Junaidi, mengatakan bahwa jelang hari raya Idul Adha atau hari raya kurban, banyak penyakit yang mengintai hewan-hewan ternak yang muncul saat hewan dipindahkan dari peternakan ke penampungan hewan.

Akhmad menjelaskan, ada beberapa jenis penyakit yang harus diwaspadai pada hewan-hewan seperti Sapi, Kerbau, Kambing dan Domba. Penyakit tersebut tergolong penyakit zoonosa atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.

“Yang paling berbahaya dan bisa menyebabkan kematian, baik pada hewan dan manusia, itu penyakit antraks,” ujar Akhmad saat dikonfirmasi oleh Greeners melalui pesan singkat, Jakarta, Sabtu (04/10).

Selain itu, Akhmad menambahkan, ada juga jenis penyakit yang menyerang hewan kurban di penampungan yang tidak terlalu berbahaya namun tetap tidak boleh dikonsumsi agar tidak berdampak pada manusia. Jenis penyakit hewan tersebut, antara lain sakit mata, pilek, diare, kembung, lemah berdiri, dan luka.

“Ada juga penyakit yang muncul karena hewan kurban, seperti sapi atau kambing, yang stres ketika dipindahkan dari daerah asal ke tempat penampungan,” tambahnya.

Namun, untuk saat ini, kata Akhmad, pemerintah masih fokus pada pencegahan penyakit hewan yang bersifat zoonotik (mampu menular ke manusia), seperti penyakit kuku dan mulut atau antraks. Sedangkan untuk hewan yang mengalami gejala penyakit umum akan ditangani tenaga medis di setiap wilayah.

“Oleh karena itu, kami mengimbau pada masyarakat dan penjual hewan kurban untuk lebih teliti dalam memilih maupun merawat hewan-hewan tersebut,” jelas Akhmad.

Lebih jauh Akhmad menjelaskan, data statistik jumlah hewan kurban pada tahun 2014 menunjukan bahwa di wilayah Jabodetabek ada peningkatan antara 3% hingga 16% untuk ternak besar, yakni sapi dan kerbau, dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun, untuk ternak kecil seperti kambing dan domba diperkirakan mengalami penurunan.

Untuk tahun 2013 lalu, lanjutnya, jumlah hewan yang dipotong di DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi untuk sapi dan kerbau sebanyak 28.996 ekor, sementara kambing dan domba 107.831 ekor.

Sedangkan jumlah hewan yang akan dikurbankan pada perayaan Idul Adha tahun 2014 ini, untuk sapi dan kerbau diperkirakan mencapai 33.635 ekor, sementara kambing dan domba sekitar 111.066 ekor.

“Jumlah DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) yang akan melakukan pemotongan hewan kurban di Jabodetabek diperkirakan mencapai lebih dari 9.000 DKM,” tutupnya.

(G09)

Top
You cannot copy content of this page