KKP: Lewat Bulan Cinta Laut, Sampah Bisa Jadi Peluang Ekonomi

Reading time: 3 menit
ilustrasi aksi membersihkan sampah di laut. Foto: KKP
ilustrasi aksi membersihkan sampah di laut. Foto: KKP

Jakarta (Greeners) – Nelayan di wilayah pesisir bisa memanfaatkan sampah menjadi peluang ekonomi yang menguntungkan. Hal itu dapat terwujud melalui gerakan Bulan Cinta Laut (BCL).

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggerakkan 1.000 lebih nelayan untuk aksi membersihkan sampah di laut. Menurut Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Muhammad Yusuf, ada manfaat ekonomi yang diperoleh para nelayan.

Sampah yang dikumpulkan dapat dijual ke pengepul atau penggiat sampah. Itu bisa menjadi tambahan pendapatan harian bagi para nelayan dan menciptakan ekonomi sirkular.

“Aksi ini semoga dapat terus berlanjut secara mandiri oleh masyarakat nelayan dengan dukungan pemerintah daerah, mitra, dan lapisan masyarakat. Sehingga, tujuan menjadikan laut tetap bersih dan sehat dapat terwujud,” ucap Yusuf dalam siaran pers yang diterima Greeners, Sabtu (9/9).

BACA JUGA: Aksi Bersih Sampah Targetkan Tahun 2025 Bebas Sampah Nasional

BCL tahun ini berlangsung sejak Juli hingga September di 18 kabupaten atau kota di seluruh Indonesia. Sampah seberat 140 ton pun berhasil nelayan kumpulkan selama aksi ini berlangsung.

“Totalnya ada 1.350 nelayan yang terlibat aktif dalam gerakan ini,” ungkap Dirjen Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut KKP, Victor G. Manoppo.

Gerakan yang diinisiasi KKP sejak 2022 ini adalah bentuk komitmen untuk memulihkan kesehatan laut dari dampak negatif sampah plastik. BCL merupakan satu dari lima program Ekonomi Biru KKP untuk tata kelola kelautan dan perikanan maju dan berkelanjutan.

ilustrasi aksi membersihkan sampah di laut. Foto: KKP

ilustrasi aksi membersihkan sampah di laut. Foto: KKP

BCL Diikuti 75 Nelayan di Kota Padang

Sementara itu, total nelayan di Kota Padang yang teraktivasi mengikuti BCL di tahun 2023 sebanyak 75 nelayan. Mereka berasal dari delapan kelompok usaha bersama (KUB), yaitu KUB Saiyo Sakato Mandiri, KUB Berok Sepakat, KUB Udang Kelong, KUB Lumba-Lumba Putih, KUB Gelombang Tenang, KUB Bunga Karang, KUD Udang Kelong Merah, dan KUB Batu Berantai.

“Saya juga mengajak rekan-rekan nelayan dan mengimbau instansi untuk terus mendukung kelanjutan program ini. Bagi nelayan, ini tambahan dan sampingan. Kita melaut, kita ambil sampah, kita pilah dan kita tabung emas di Bank Sampah Pancadaya,” ungkap Ketua KUB, Saiyo Sakato Mandiri Abadi.

BACA JUGA: Cleanup Walk, Bersihkan Sungai dan Jalan dari Sampah

Aksi Bulan Cinta Laut di Pantai Purus, Kota Padang mengumpulkan sampah sebanyak 352,36 kg sampah plastik (anorganik). Kemudian, sebanyak 917,48 kg sampah organik dan 383,48 residu. Pemenang lomba pengumpulan sampah dari sekolah yakni SUPM Pariaman, SMA 6 Padang dan SMA 8 Padang.

Sejalan dengan kebijakan penanganan sampah plastik di laut, KKP berkomitmen untuk mencapai target pengurangan sampah plastik sebesar 70 persen hingga tahun 2025. Hal itu sesuai mandat Peraturan Persiden No. 83 Tahun 2018.

KKP menyelenggarakan Bulan Cinta Laut. Foto: KKP

KKP menyelenggarakan Bulan Cinta Laut. Foto: KKP

Gurbernur Sumbar Apresiasi Gerakan BCL

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi langkah KKP dalam pelaksanaan program BCL. Tahun lalu, pihaknya juga terlibat dalam pelaksanaan program bersih-bersih sampah laut ini.

“Kami berharap kegiatan ini bisa berlanjut serta bisa berdampak lebih luas kepada masyarakat pesisir di Sumatera Barat. Kepada seluruh nelayan yang terlibat, kami juga memberikan apresiasi karena telah peduli terhadap pengurangan sampah di laut,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi juga mengapresiasi seluruh mitra yang mendukung pelaksanan kegiatan ini. Ia berharap para mitra dapat berkomitmen untuk berpartisipasi dan mendukung keberlanjutan program ini.

Tak hanya itu, Mahyeldi berharap, gerakan BCL juga mampu melahirkan kesadaran dan mengubah mindset masyarakat untuk peduli terhadap sampah. Mahyeldi menilai gerakan BCL memberikan peluang ekonomi. Terutama, melalui kegiatan pengolahan sampah plastik bisa menjadi penghasilan tambahan. Pihaknya bahkan menyiapkan hadiah khusus bagi masyarakat yang paling aktif mengumpulkan sampah.

“Akan ada reward untuk nelayan pengumpul sampah terbanyak di akhir tahun berupa umroh gratis,” ungkap Mahyeldi.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top