KLHK Lakukan Diskusi Bersama Pakar Bahas Tata Kelola Gambut

Reading time: < 1 menit
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya bakar. Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan membutuhkan bantuan dan dukungan dari banyak pihak agar usaha pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang dilakukan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman praktis yang dikerjakan secara simultan dapat berjalan baik.

Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar kepada Greeners mengatakan bahwa penanganan kebakaran yang terjadi di lahan gambut telah menguras perhatian semua pihak. Untuk itu, kata Siti, KLHK tengah melakukan diskusi terkait pembahasan tata kelola gambut bersama dengan 41 narasumber penting dengan dasar keilmuan dan pengalaman empirik, termasuk sejarah Proyek Lahan Gambut Sejuta Hektar di Kalimantan Tengah.

“Diskusi ini dilakukan agar tidak terjadi lagi kesalahan yang berulang dari tahun ke tahun. Diskusi ini juga dilakukan bersama para pakar, akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Asosiasi Pengusaha mulai Minggu sore (27/09) sampai dengan Selasa (29/09) siang,” tutur Siti, jakarta, Senin (28/09).

Diskusi yang dipimpin langsung oleh Menteri LHK ini akan difokuskan pada tiga tujuan sambil menunjang aktivitas lapangan, yakni upaya mengalirkan air sungai Kahayan ke areal Kecamatan Jambiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau untuk pemadaman api sesegera mungkin agar tidak makin luas dan makin menyengsarakan masyarakat dan daerah.

Tiga tujuan pembahasan tersebut, lanjut Siti, meliputi prinsip dasar tata kelola dan teknik tata hidrologi (tata air) ekosistem gambut, upaya pencegahan dan rehabilitasi gambut untuk digunakan masyarakat, serta teknik-teknik mencegah dan mengatasi kebakaran lahan gambut.

“Nantinya hasil pembahasan ini akan menjadi penjabaran dari kebijakan presiden tentang tata kelola gambut secara konkret berdasarkan situasi dan kondisi serta data di lapangan lalu juga akan menjadi pedoman bagi pelaksanaan teknisnya,” tutup Siti.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page