Komunitas Earth Hour Banjarmasin Ajak Masyarakat Diet Plastik

Reading time: 2 menit

Banjarmasin (Greeners) – Banyak orang tidak menyadari bahwa menjaga kelestarian lingkungan ternyata sangat mudah dan dapat dimulai dari sendiri. Misalnya dengan membiasakan pola hidup sehat mengurangi sampah plastik. Seperti yang dilakukan sekelompok anak muda ini. Mereka menamakan diri Earth Hour (EH) Banjarmasin.

Sama seperti anak muda lainnya, mereka suka nongkrong dan gaul ke kafe. Tapi, mereka juga peduli lingkungan.
“Kami berusaha diet plastik untuk mengurangi sampah plastik, misalnya membawa botol minum kemana-mana,” cetus Rafi, Koordinator Earth Hour (EH) Banjarmasin di Banjarmasin, Selasa (20/3).

EH adalah sebuah aksi yang digagas World Wide Fund (WWF) untuk meningkatkan kesadaran terhadap perubahan iklim. Caranya dengan mematikan lampu dan peralatan listrik yang tidak terpakai selama satu jam. Kini, kegiatan itu menjadi agenda tetap setiap tahun di berbagai negara, tepatnya pada hari Sabtu terakhir di bulan Maret.

“Tapi EH tidak cuma mematikan listrik selama satu jam itu. Selain itu juga banyak hal yang bisa dilakukan, misalnya tidak buang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan plastik,” ujar mahasiswa semester 4 Politeknik Banjarmasin itu. EH Banjarmasin sendiri terbentuk pada 15 Februari 2012. Dari awalnya dijalankan tiga orang, sekarang volunteer atau relawannya berjumlah 24 orang, kebanyakan mahasiswa dan pelajar.

“Pas lagi ngumpul di kafe, sambil browsing nggak sengaja ketemu Earth Hour, terus tertarik,” tutur Evan, Koordinator Bidang Publikasi dan Komunikasi EH Banjarmasin. Saat ini, mereka tengah sibuk menyiapkan event utama Earth Hour, yakni hari tanpa listrik selama satu jam yang dijadwalkan tanggal 31 Maret 2012 pukul 20.30-21.30.

Untuk menyukseskan kegiatan tersebut, mereka gencar melakukan sosialisasi, misalnya ke kafe-kafe, sekolah, dan
sebagainya. Mahasiswa semester empat Fakultas Ekonomi Unlam itu menambahkan, mereka juga melayangkan surat ke Walikota Banjarmasin Muhidin untuk meminta kesediaan orang nomor satu di kota seribu sungai itu menjadi
duta. “Listrik padam di Banjarmasin mungkin sudah biasa, tapi itu karena masalah teknis. Nah, pada kegiatan nanti kita mematikan listrik karena kesadaran sendiri untuk hemat energi,” ucapnya.

Dihubungi terpisah, Verena Puspawardani, Koordinator Kampanye Program Iklim dan Energi WWF-Indonesia mengatakan kampanye Earth Hour berkembang sangat pesat dan sekarang telah menjangkau di 25 kota di seluruh Indonesia. “Awal kampanye Earth Hour pada 2009 hanya berlangsung di Jakarta. Kemudian pada 2011, Earth Hour dilakukan di tiga kota yaitu Jakarta, Bandung dan Jogja. Pada 2011, Earth Hour dilakukan di empat kota yaitu di Jakarta, Bandung, Semarang, Jogja dan Surabaya,” katanya.

Untuk kampanye EH 2012, bakal dilakukan di tujuh kota di pulau Jawa yaitu di Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Jogja, Malang dan Surabaya. “Tapi karena kita punya target kampanye dilakukan oleh semua orang, maka semua materi kampanye dan komunitas ada di website WWF dan kita memang sedang fokus di kampanye online. Sehingga kota yang ikut EH 2012 tidak hanya 7 kota, tetapi sudah ada 25 kota yang mendaftar,” lanjut Verena.

Ke-25 kota tersebut yaitu tujuh kota target utama pelaksanaan EH 2012, 11 kota dengan perkembangan bagus dan tujuh kota sisanya akan diberi informasi tentang green life style. “Salah satunya Banjarmasin,” katanya.

Dia menjelaskan ada 25 komunitas EH dari 25 kota yang aktif mengkampanyekan mengenai EH dan gaya hidup ramah lingkungan. “Komunitas sudah ada di 25 kota, dan dijalankan oleh komunitas itu sendiri. WWF hanya menginisiasi dan fasilitator. Target dua tahun dari 2012, EH bisa dilakukan sendiri tanpa fasilitasi WWF,” tambah Verena. (G16/G02)

Top
You cannot copy content of this page