Operasi Bina Penduduk Gantikan Operasi Yustisi Kendalikan Urbanisasi

Reading time: < 1 menit
Ilustrasi: ist.

Jakarta (Greeners) – Dihapusnya operasi yustisi pada tahun 2013 lalu ternyata membuat para pendatang bergairah menyerbu Ibukota. Tercatat jumlah pendatang baru yang masuk tahun ini mengalami peningkatan sebesar 25,5 persen atau sebanyak 68.537 orang dari jumlah pendatang baru pada tahun lalu, yaitu 51.000 orang.

Menghadapi lonjakan urbanisasi yang cukup besar di Jakarta, Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta, Sapto Wibowo menjelaskan akan berkoordinasi bersama Pemerintah Provinsi, Kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja dan bahkan RT/RW setempat untuk melakukan pencatatan dan pendataan para pendatang baru setelah tidak adanya lagi operasi yustisi.

“Jadi sekarang namanya Operasi Bina Kependudukan (Binduk) yang cukup mirip dengan operasi yustisi, namun lebih bersifat sosialisasi,” ujarSapto saat dihubungi oleh Greeners, Jakarta, Selasa (05/08).

Selama para pendatang mempunyai jaminan tempat tinggal, lanjut Sapto, pendatang yang tidak jelas tempat tinggalnya dipastikan akan terjaring operasi pemukim ilegal.

Sapto juga menyosialisasikan kepada seluruh pendatang bahwa operasi Binduk akan dilaksanakan 14 hari sesudah H+7 Lebaran atau sekitar tanggal 19 dan 20 Agustus 2014.

Saat disinggung mengenai wilayah penyebaran pendatang yang sekiranya akan mempersulit Operasi Binduk, Sapto mempertegas bahwa kebijakan pemindahan kawasan industri dari Jakarta ke wilayah penyangga seperti Bekasi dan Depok cukup membantu mengurangi jumlah pendatang dan mempermudah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk mendata pendatang yang berada di Jakarta.

“Data pertumbuhan penduduk di DKI Jakarta dalam tiga tahun terakhir ini hanya 1,4 persen. Sedangkan untuk Depok sudah mencapai tiga persen, dan Bekasi di atas dua persen,” tutupnya.

(G09)

Top