Peluncuran Buku 107+ Ular Indonesia

Reading time: 1 menit

Bandung (Greeners) – Sudah 20 tahun lebih Riza Marlon menekuni fotografi alam liar Indonesia. Ketertarikannya pada Herpetologi, khususnya ular, menggiringnya untuk membuat buku panduan visual dan identifikasi mengenai ular. Hasilnya, sebuah buku bertajuk “107+ Ular Indonesia” resmi diluncurkan di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung pada Sabtu (05/04) pagi. Djoko T Iskandar, dosen dari Sekolah Tinggi Ilmu Hayati Institut Teknologi Bandung, pun turut hadir sebagai pembicara pendamping.

Beragam kesulitan harus ditempuh Riza untuk memotret hewan melata ini. Selain karena sebagian jenis ular memiliki bisa atau racun yang mematikan, pandangan warga lokal terhadap ular pun turut memengaruhi keberhasilan Riza memotret ular yang diincar. “Di beberapa daerah, seperti di Papua, ular sangat ditakuti. Paling enak foto ular saat siang hari karena mereka kebanyakan diam. Itu waktunya mereka istirahat,” jelasnya.

Fotografer bergelar sarjana biologi ini lebih lanjut memaparkan lika-liku ular dengan bahasa yang gamblang. “Ada untungnya dapat ular galak karena dia defensif, jadi kepalanya menghadap ke kita. Kalau pemalu, kepalanya biasanya akan melipat ke dalam,” katanya.

Pria yang akrab disapa Om Caca ini mengaku tertarik untuk mengangkat ular sebagai objek fotonya karena bentuk dan warna kulit ular yang menarik. Selain itu, ia ingin berkontribusi untuk memperkaya literatur mengenai ular Indonesia.

“Kita minim informasi soal ular. Buku tentang ular yang kita bikin sangat sedikit. Kalau orang asing yang menulis tentang ular banyak, tapi buku mereka mahal. Saya juga kerepotan menemukan peneliti yang memiliki pengetahuan dan mau share,” jelasnya.

Selain memuat foto tubuh dan detail kepala ular,  buku setebal 250 halaman full colour ini juga menyertakan sekilas info ular dan tips menangani gigitan ular.

Sebelumnya, sebuah buku Riza yang berjudul “Living Treasures of Indonesia” telah diluncurkan bersamaan dengan Pameran Foto Tunggalnya yang pertama bertajuk “Nature on Canvas: Biodiversity of Indonesia” di Grand Indonesia, Jakarta pada tahun 2010 lalu. (G08)

Top