Penggunaan Energi Terbarukan Harus Mulai Diterapkan di Indonesia

Reading time: 2 menit
Ilustrasi: freeimages.com

Jakarta (Greeners) – Komitmen Indonesia seperti yang tertera di dalam Intended Nationally Determined Contribution (INDC) pada pelaksanaan Conference of the Parties (COP) 21 UNFCCC di Paris, Perancis dikatakan oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, sudah cukup maju dengan menerapkan target penurunan emisi karbon sebesar 29 persen pada tahun 2030.

Namun, masih banyak agenda penting yang harus dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk implementasi dari INDC tersebut. Salah satunya terkait agenda penerapan pencegahan kebakaran hutan. Moazzam mengatakan, kasus kebakaran hutan yang terjadi pada tahun 2015 telah menyumbang emisi karbon terbesar di dunia.

“Kebakaran hutan dan kabut asap tahun ini telah membuat Indonesia menjadi penyumbang emisi terbesar di dunia. Jadi Indonesia sudah harus berpikir dan belajar melindungi hutan dan lahan gambutnya,” kata Moazzam saat ditemui oleh Greeners pada acara konser perubahan iklim di Rumah Kaca, Taman Menteng, Jakarta, Minggu (06/12).

(kiri ke kanan) Duta Besar Uni Eropa (UE) untuk Indonesia Vincent Guerend dan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik saat menghadiri konser perubahan iklim di Rumah Kaca, Taman Menteng, Jakarta, Minggu (06/12). Foto: greeners.co/Danny Kosasih

(kiri ke kanan) Duta Besar Uni Eropa (UE) untuk Indonesia Vincent Guerend dan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik saat menghadiri konser perubahan iklim di Rumah Kaca, Taman Menteng, Jakarta, Minggu (06/12). Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Terkait masih banyaknya penggunaan energi fosil pada proyek energi di Indonesia, Moazzam menyarankan pada pemerintah Indonesia untuk segera mengalihkan penggunaan energi utama negara dengan memanfaat energi terbarukan. Ia mengingatkan bahwa penggunaan energi fosil seperti batu bara diprediksi akan mulai berkurang pada tahun 2025 dan untuk seterusnya.

Moazzam mengatakan bahwa Inggris sudah mulai mendekatkan diri pada pemerintah Indonesia untuk membantu mengalihkan penggunaan energinya pada energi terbarukan. Negara lain seperti Cina dan India pun telah berkomitmen untuk mengurangi penggunaan energi dari batubara. “Kita berharap Indonesia juga mengikuti tren ini kalau Indonesia benar-benar mau mengurangi dampak perubahan iklim pada dunia dan untuk Indonesia juga pada khususnya,” tuturnya.

Sebagai informasi, dalam rangka mendukung aksi pengendalian perubahan iklim, Delegasi Uni Eropa dan Kedutaan Inggris, dengan dukungan dari Kedutaan Jerman, memobilisasi kaum pemuda dan musisi Indonesia dan internasional dalam konser perubahan iklim yang diadakan di Taman Menteng, Jakarta.

Duta Besar Uni Eropa (UE) untuk Indonesia Vincent Guerend mengatakan konser perubahan iklim ini untuk mempromosikan aksi-aksi praktis yang dapat dilakukan untuk mitigasi perubahan iklim dan menikmati alunan musik dari artis-artis Indonesia.

“Konser ini merupakan bagian dari RRREC Fest #5 dan menghadirkan pertunjukan musik-musik indie seperti Indische Party dan Frau dengan paduan suara dari Dialita. Melalui konser ini, anak-anak muda kami ajak bergabung dengan niatan sama-sama memperbaiki dunia dari dampak perubahan iklim melalui berbagai kegiatan kecil maupun besar,” pungkasnya.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page