calendar
Sabtu, 22 September 2018
Pencarian
perkembangan fisik
Ilustrasi. Foto: freepik.com

Perkembangan Fisik Manusia Mungkinkah Sudah Mencapai Batas?

Berita Harian

LONDON, 15 Desember 2017 – Umat manusia mungkin telah berkembang sejauh yang ia bisa. Keterbatasan kita untuk tumbuh memperlihatkan bahwa Homo sapiens telah mencapai tahapan yang baru. Satu spesies yang bisa mengubah iklim, menjadi kekuatan gerak bumi yang paling besar di planet ini, dan mengantarkan kepada era geologis yang baru, kini mungkin lebih menyadari adanya keterbatasan fisiologis.

Peneliti asal Perancis berpikir bahwa meskipun lebih banyak orang hidup lebih lama, rekor usia manusia ditetapkan dua dekade lalu oleh seorang wanita asal Prancis, Jeanne Calment, yang meninggal di Arles pada usia 122 tahun dan 164 hari.

Manusia di masa depan mungkin tidak akan bisa berlari lebih cepat daripada Usain Bolt, peraih medali emas Olimpiade 100 meter dan rekor dunia. Demikian pula manusia – yang rata-rata pertambahan tingginya bisa mencapai 8,3 cm pada 100 tahun terakhir – akan bisa bertumbuh lebih tinggi lagi. Pada satu titik, manusia akan kehilangan potensi fisiknya.

“Ciri-ciri ini tidak bisa lagi berkembang, meskipun adanya nutrisi, perkembangan medis dan pengetahuan. Hal ini memperlihatkan bahwa komunitas modern telah membiarkan spesies kita telah mencapai batasnya,” jelas Jean-Francois Toussaint dari Universitas Paris Descartes, yang memimpin studi tersebut. “Kita merupakan generasi pertama yang menyadari hal ini.”

Dan meskipun kendala tersebut tidak terpengaruh secara langsung dengan perubahan iklim yang dipicu oleh pembakaran bahan bakar fosil, yang dicapai oleh manusia adalah kombinasi keterbatasan genetik dan lingkungan hidup.

“Hal ini akan menjadi salah satu tantangan terbesar abad ini, karena adanya tekanan dari aktivitas antropogenik bertanggung jawab atas dampak yang merusak bagi kesehatan manusia dan lingkungan hidup,” jelasnya.

“Penurunan kapasitas manusia saat ini yang kita lihat sekarang merupakan tanda adanya perubahan lingkungan hidup, termasuk ikllim, yang sudah berkontribusi pada berbagai kendala yang harus kita perhatikan.”

Profesor Toussaint dan koleganya melaporkan di Journal of Physiology bahwa mereka telah bekerja berdasarkan beberapa penelitian untuk melacak perkembangan yang tidak terduga dalam kapasitas manusia pada abad 20, semua menunjukkan pertanda adanya kemunduran pada beberapa tahun belakangan.

Tanah terlalu dieksploitasi

Mereka mengalkulasikan bahwa perubahan suhu pada beberapa dekade belakangan ini akan mempengaruhi batasan fisik manusia. Mereka juga memperhitungkan adanya stagnasi pada hasil panen, tanah yang terlalu dieksploitasi, dan gangguan manusia pada keanekaragaman hayati.

Banyak dari faktor tersebut sudah dieksplorasi. Para peneliti berhasil menjelaskan polusi planet dengan sampah plastik yang tidak bisa hancur dengan skala yang bisa mendefinisikan penanda geologis baru untuk era baru yang disebut sebagai Antroposen.

Populasi manusia diperkirakan akan melampaui proyeksi PBB pada abad mendatang dan beban konstruksi oleh manusia, – technosphere – telah diprediksi pada 30 triliun metrik ton.

Hal tersebut dan dampak pada iklim seperti pada sebelum gas rumah kaca dilepaskan ke atmosfer melalui pembangkit listrik, cerobong asap pabrik, dan pipa knalpot, akan meninggalkan tanda yang tidak terhapuskan dalam catatan geologis.

Perubahan negatif

Manusia berevolusi pada lingkungan yang kini secara dramatis berubah akibat aksi manusia. Namun, apabila catatan untuk umur, tinggi, dan penampilan atletik bisa bertahan, banyak orang berharap bisa hidup lebih sehat dan lama pada iklim yang lebih stabil dengan persediaan makanan yang cukup.

Namun, iklim sedang berubah dan hasil panen sedang terancam. Profesor Toussaint berpikir bahwa “sesuatu telah berubah tapi tidak untuk kebaikan. Tinggi manusia semakin menurun pada negara-negara Afrika, beberapa dekade belakangan. Hal ini mengisyaratkan bahwa beberapa komunitas tidak bisa lagi menyediakan nutrisi yang cukup bagi anak mereka dan mempertahankan kesehatan bagi para penghuni muda,” jelasnya.

“Sekarang kita telah mengetahui batasan spesies manusia. Hal ini bisa menjadi tujuan yang jelas bagi negara-negara untuk menjamin bahwa kapasitas manusia telah menjangkau nilai tertinggi bagi sebagian besar populasi. Dengan kendala lingkungan hidup yang makin meningkat, hal ini akan menyerap lebih banyak energi dan investasi untuk menyeimbangkan tekanan ekosistem.

“Namun, apabila berhasil, kita harus melihat kenaikan tambahan dalam arti nilai tinggi, rentang hidup dan penanda biologis lainnya. Tantangan yang utama adalah untuk mempertahankan indeks ini pada tingkat tertinggi.” – Climate News Network

Top