A Big Little Thing Called Ant

Reading time: 5 menit

Koloni semut merupakan organisme besar, terdiri dari individu-individu yang terangkai oleh sebuah kebutuhan akan keberlangsungan. Gambaran kerjasama dan pengorbanan yang sempurna.

Oleh Baihaqi | Artikel ini diterbitkan pada edisi 04 Vol. 3 Tahun 2008

 

Menjelajahi dunia semut akan membawa kita mempelajari bagaimana mereka melakukan tugas yang telah tertanam dalam insting sejak ditetaskan. Semua individu dalam koloni telah memiliki tugas yang jelas dan tak tertukar atau berganti dengan tugas individu lain. Hal ini terjadi karena ada semacam sistem kasta dalam dunia semut. Itu bukan berarti membentuk derajat sosial atau hierarki, tapi lebih pada pembagian tugas sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dalam sebuah koloni biasanya ada tiga jenis semut, yaitu, semut pekerja, semut pejantan, dan semut ratu.

Semut pekerja, adalah semut betina infertil yang mendapat pekerjaan kasar, seperti mencari makanan, membuat sarang, hingga bertarung dengan musuh alami yang mengganggu koloni. Hidup mereka singkat –biasanya akan berakhir pada hitungan bulan. Namun itu bukan masalah, karena ratu akan selalu menyediakan telur yang siap menetaskan pekerja baru.

Sedangkan semut pejantan bertugas membuahi sang ratu. Itulah akhir pengabdian semut pejantan pada koloni, karena selanjutnya kematian yang datang. Semut ratu tentu saja bertugas sebagai tumpuan untuk melanjutkan generasi semut dalam koloni. Bila ia siap dibuahi, ia akan terbang keluar sarang diikuti oleh beberapa pejantan yang juga terbang. Pada saat tertentu, semut ratu akan mengisyaratkan bahwa ia siap dibuahi. Sperma yang diterima pun selanjutnya disimpan dalam jumlah besar pada bank sperma di tubuh ratu hingga bisa digunakan terus menerus.

“Secara langsung koloni sangat tergantung pada semut ratu. Jika ratu induk mati, koloni akan mati perlahan-lahan”

Lalu semut ratu akan menuju tempat yang telah dibuatkan khusus untuk bertelur. Telur yang keluar juga telah dibuatkan tempat khusus dengan kondisi suhu dan kelembaban yang cocok, dan aman dijaga oleh semut pekerja yang berfungsi sebagai perawat. Telur akan menetas menjadi larva, dan berkembang menjadi pupa (anakan) rata-rata dalam 60 hari, lalu berkembang menjadi dewasa. Larva semut ternyata memberikan jasa juga bagi koloni dengan menghasilkan sekresi sutra, yang biasanya dipakai untuk membangun sarang (misalnya, Oecophylla smaragdina), atau mengeluarkan cairan dari tubuhnya untuk dimakan semut ratu (misalnya, semut genus Leptanilla) (SemutIndonesia.com)

Top

You cannot copy content of this page