Anggrek Si Cantik Alami Penyerap Polutan dan Penat

Reading time: 4 menit

Anggrek Si Cantik Alami Penyerap Polutan dan Penat

Anggrek tipe monopodial merupakan anggrek yang dicirikan oleh titik tumbuh yang terdapat di ujung batang dan pertumbuhannnya lurus ke atas pada satu batang. Bunga keluar dari sisi batang di antara dua ketiak daun. Contoh Anggrek tipe monopodial antara lain Vanda sp., Arachnis sp., Renanthera sp., Phalaenopsis sp., dan Aranthera sp.

Contoh Anggrek yang paling besar adalah Grammatophyllum speciosum, atau anggrek raksasa. Sebagai Anggrek terbesar di bumi, berat tanaman ini ketika dewasa dapat mencapai satu ton dan menghasilkan sampai sepuluh ribu bunga cantik berwarna dasar kuning dengan bercak-bercak coklat. Sementara Anggrek terkecil, Platystele jungermannioides, bunga indahnya hanya memiliki diameter sepanjang setengah milimeter. Tumbuhannya sendiri hanya setengah sentimeter tingginya.

Ada juga Anggrek asli Indonesia. Menurut situs ITB Central Library, Angrek Dendrobium merupakan salah satu Anggrek asli Tanah Air. Anggrek ini memiliki banyak warna, bentuk dan aroma yang khas dan dapat bertahan kurang lebih selama dua minggu. Sebagai salah satu genus Anggrek terbesar yang terdapat pada dunia ini, Anggrek Dendrobium diperkirakan terdiri dari 1600 spesies. Bentuknya hampir menyerupai segitiga dan dasarnya bersatu dengan kaki tugu untuk membentuk taji.

Sayangnya, hibridisasi Anggrek asli Indonesia ini masih kurang. Walaupun dari tahun ke tahun banyak produk persilangan yang telah dilakukan oleh petani-petani anggrek, namun hasil persilangan itu tidak dikembangkan secara meluas. Mengingat banyak hibrida dunia yang lahir dari Anggrek alam Indonesia, maka pelestarian Anggrek ini harus dilakukan secara optimal.

Agaknya kita harus setuju untuk mendukung hibridisasi tanaman Anggrek. Selain untuk mengembangkan kemajuan flora Indonesia, kita juga akan mendapatkan banyak kegunaan dari Anggrek. Seperti yang telah diketahui, tanaman terbukti berguna bagi kehidupan manusia. Pasalnya, melalui proses fotosintesis, tanaman akan mengambil karbon dioksida dari udara dan melepaskan oksigen. Namun penelitian NASA telah menunjukkan bahwa tanaman pun bekerja secara simbiosis untuk menghirup polutan yang ada di udara. Pada dasarnya, seluruh daun pada tanaman dan bunganya berguna untuk menyingkirkan polutan yang ada dalam lingkungan dalam ruangan. Kemudian beberapa tanaman justru berguna untuk menghilangkan toksik tertentu.

Wolverton, berdasarkan situs North Coast Journal, menemukan kemampuan tanaman-tanaman hias dalam mengurangi kadar formaldehyde, benzene dan tricgloroethylene hingga 90 persen. Anggrek sendiri, seperti yang tertulis dalam situs Mayfieldinfrared, dikatakan dapat secara sempurna menyerap aceton, ammonia, chloroform, ethyl acetate, methyl alcohol, formaldehyde dan xylene.

Yang perlu Anda ingat, rawatlah Anggrek Anda dengan baik. Karena tanaman pun memerlukan makanan secukupnya dan dimandikan, minimal satu bulan sekali untuk menghindari keberadaan serangga-serangga yang dapat membunuhnya. Ketika pilihan Anda sudah jatuh pada Anggrek jenis tertentu, perhatikan seberapa banyak cahaya yang ia butuhkan. Terlalu banyak cahaya pun dapat membakar daun Anggrek. Selain itu, perhatikan pula akan menjadi sebesar apa Anggrek Anda nantinya. Setelah semua persiapan memelihara Anggrek selesai, Anda dapat langsung menikmati keindahannya di rumah. Hal itu tentu dapat menghilangkan penat dan stress. Lagipula, ternyata si cantik ini juga dapat memperbaiki kualitas udara kita. (end)

Top
You cannot copy content of this page