Awas, Gigitan Kelabang Raksasa Amazon bisa Sebabkan Kematian!

Reading time: 2 menit
Lipan sangat menyukai lingkungan yang lembab. Foto: Shutterstock

Scolopendra gigantea atau kelabang raksasa Amazon adalah salah satu spesies lipan gigantik yang berasal dari Amerika Selatan dan Karibia. Mereka mempunyai ukuran yang cukup besar karena mampu berbiak hingga sepanjang 30 cm.

Spesies S. gigantea tergabung dalam keluarga Scolopendridae dan genus Scolopendra. Lipan ini tergolong sebagai spesies nokturnal yang memiliki sepasang kaki di setiap ruas tubuhnya.

Meski ukurannya sangat besar, spesies S. gigantea bukanlah kelompok kelabang terpanjang di dunia. Gelar tersebut dipegang oleh S. galapagoensis yang memiliki panjang tubuh 40 cm.

Secara morfologi pun, tidak ada perbedaan antara S. gigantea dengan lipan pada umumnya. Punggung fauna ini terdiri atas ruas-ruas, dengan sepasang antena panjang di bagian kepala.

Morfologi dan Ciri-Ciri Kelabang Raksasa Amazon

Jika kita hitung, kaki-kaki kelabang raksasa Amazon selalu berjumlah ganjil mulai dari 21–23 buah. Kaki belakangnya ditumbuhi duri, sedangkan kaki di ruas pertama mengandung racun.

Kaki berdurinya berfungsi untuk menangkal serangan predator, sedangkan kaki beracunnya berguna untuk berburu. Tersedia sepasang kaki modifikasi yang mirip seperti rahang bawah.

Rahang bawah itu mengandung toksin yang berguna untuk menyerang musuh atau mangsa. Antenanya memiliki banyak sendi, sedangkan matanya sederhana bahkan hampir tidak ada.

Kepala lipan biasanya terlindungi oleh permukaan kulit yang kuat. Kulitnya sendiri berwarna merah kecokelatan hingga oranye kehitaman, sedangkan kaki-kakinya berwarna krem pucat.

Walau hidup di daerah tropis, lipan sangat menyukai lingkungan yang lembap. Mereka tidak mampu bertahan lama di bawah sinar matahari sebab tubuhnya mudah terserang dehidrasi.

Habitat dan Distribusi Kelabang Raksasa Amazon

Habitat alami kelabang raksasa Amazon berada di hutan kering tropis dan hutan hujan tropis atau subtropis. Mereka ditemukan di utara Amerika Selatan meliputi Brazil hingga Colombia.

Wilayah Peru, Aruba, Curacao, sampai Venezuela (termasuk Pulau Margarita) juga termasuk habitat hewan ini. Karena itu, sebagian orang menyebutnya pula sebagai lipan raksasa Peru.

Di alam liar, spesies S. gigantea mampu bertahan hidup hingga 10 tahun. Mereka memburu berbagai jenis invertebrata seperti serangga besar, laba-laba, kaki seribu, serta kalajengking.

Dalam berbagai literatur disebutkan pula bahwa kelabang raksasa dapat memakan tarantula. Mereka juga diketahui memburu jenis vertebrata seperti kadal, katak, ular, burung dan tikus.

Pada dasarnya, semua hewan yang dapat mereka lumpuhkan akan diburu. Racunnya bahkan sangat berbahaya pada manusia, sebab dapat menyebabkan kerusakan organ dan kematian.

Perilaku dan Pola Hidup Kelabang Raksasa Amazon

Kelabang raksasa Amazon merupakan fauna yang cukup ganas. Mereka dapat melumpuhkan mangsanya dalam segigitan, meskipun hewan tersebut mempunyai ukuran yang lebih besar.

Pada tahun 2014, seorang anak berusia empat tahun di Venezuela meninggal setelah digigit lipan itu. Ia bersembunyi dalam kaleng soda terbuka, yang notabene-nya lembap dan basah.

Bahkan menurut studi, spesies kelabang ini mampu membunuh kelelawar yang sedang tidur di langit-langit gua. Mereka membawa tubuh kelelawar tersebut menggunakan kaki-kakinya.

Ketika bereproduksi lipan jantan akan membuat semacam kantung sutra untuk menampung sperma. Selanjutnya, betina menggunakan sperma tersebut untuk membuahi telur-telurnya.

Telur-telur yang sudah dibuahi akan dilingkari oleh betina agar tidak dimakan oleh predator. Setelah menetas anak-anak kelebang akan tinggal bersama induknya sampai cukup dewasa.

Taksonomi Spesies Scolopendra Gigantea

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page