Bukan Boa, Predator Terbesar Amazon Adalah Buaya Caiman Hitam

Reading time: 3 menit
Fauna Black Caiman
Buaya Caiman Hitam bergigi tajam untuk menerkam mangsanya. Foto: Shutterstock

Black caiman, kaiman hitam, atau buaya caiman hitam adalah anggota ordo Crocodilia yang berasal dari subfamili Caimaninae. Walau awam sebut sebagai buaya, reptil bertubuh besar tersebut nyatanya ahli gabungkan ke dalam bangsa aligator.

Kaiman hitam mempunyai nama ilmiah Melanosuchus niger. Kata ini ahli ambil dari bahasa Latin ‘melas’ yang berarti hitam, dan ‘suokhos’ yang bermakna buaya dalam bahasa Yunani.

Dalam bahasa Latin, buaya khalayak kenal juga dengan sebutan ‘suchus.’ Sedangkan kata ‘niger’ pakar serap dari bahasa Latin hitam, yang merujuk pada warna kulit satwa tersebut.

Perlu Anda ketahui, spesies buaya caiman hitam merupakan predator terbesar di perairan Amazon. Tubuhnya bahkan lebih bongsor daripada anakonda, jenis ular terbesar di dunia.

Morfologi dan Ciri-Ciri Buaya Caiman Hitam

Kaiman hitam dapat berkembang biak hingga sepanjang 2,8-4,3 m. Mereka memiliki bobot tubuh rata-rata berkisar 300 kg, bahkan ada pula yang mencapai 400-500 kg di habitatnya.

Meski bukan yang tercepat, gerakan kelompok buaya caiman terbilang cukup gesit. Dalam kondisi prima, hewan ini bisa mencapai batas kecepatan maksimal sekitar 48 km per jam.

Sekilas, tampilan kaiman hitam memang tampak seperti buaya Amerika (Crocodylus acutus). Warna kulit mereka terlihat lebih gelap, dengan ukuran kepala dan rahang yang lebih besar.

Pada spesies muda, warna tubuh M. niger sebenarnya terlihat agak terang. Mereka bisa kita cirikan dari tubuhnya yang tidak terlalu besar, sekaligus garis putih pada bagian sampingnya.

Spesies kaiman dewasa umumnya memiliki “pita” abu-abu hingga cokelat pada rahangnya. Kulit mereka tampak bersisik dengan ekor yang panjang, namun memiliki kaki yang pendek.

Buaya caiman jantan dan betina juga bisa kita bedakan melalui ukurannya. Karena bertugas mencari mangsa, ukuran tubuh pejantan biasanya lebih besar dengan gigi yang lebih kuat.

Baca juga: Buaya Muara, Si Perkasa di Pesisir Jakarta

Habitat dan Distribusi Buaya Caiman Hitam

Kaiman hitam merupakan salah satu satwa asli dari Lembah Amazon. Mereka ahli temukan hidup di area air tawar yang dangkal, seperti sungai atau danau yang memiliki arus lambat.

Ketika musim kemarau, kaiman menjelajahi sabana untuk mencari lahan-lahan yang masih tergenangi air. Mereka di sana sampai musim hujan tiba, yakni antara bulan Mei hingga Juli.

Untuk bertahan hidup, bayi buaya caiman mengonsumsi ikan kecil, katak dan invertebrata yang dibawa oleh induknya. Saat remaja buaya tersebut baru mulai memburu ikan besar.

Kaiman dewasa juga mengonsumsi ikan, lho. Santapan ini bahkan ahli sinyalir lebih mereka butuhkan daripada hewan darat dan udara seperti burung, kura-kura, serta mamalia besar.

Sebagai predator puncak, M. niger pada dasarnya tidak mempunyai musuh alami. Namun anak-anak mereka sering kali diburu oleh spesies jaguar, boa, anakonda, serta ular sanca.

Melansir laman Crocodiles of The World, dapat kita ketahui buaya caiman hitam menyebar di Amerika Selatan. Ia ahli temukan di Bolivia, Brazil, Kolumbia, Ekuador, Guyana dan Peru.

Pola Hidup dan Kebiasaan Buaya Caiman Hitam

Kaiman hitam adalah hewan nokturnal, mereka memanfaatkan pendengaran serta matanya yang awas untuk menyerang musuh di kegelapan. Reptil ini juga memiliki gigi yang tajam.

Meski begitu, gigi-giginya tersebut tidak mereka gunakan untuk mengunyah atau mencabik mangsa. Biasanya, kaiman hitam akan menenggelamkan hasil buruannya ke dasar sungai.

Setelah mulai membusuk, barulah mereka memakan mangsanya tersebut. Nah bila ukuran mangsa tidak terlalu besar, maka buaya caiman akan langsung melahapnya hidup-hidup.

Keunikan lainnya, kaiman hitam mengeluarkan suara seperti gemuruh untuk berkomunikasi. Layaknya spesies Crocodilia lain, hewan ini mengasuh anak-anaknya sampai usia dewasa.

Kaiman hitam betina berkembang biak satu kali dalam selama dua hingga tiga tahun. Sekali melahirkan induk betina mampu menghasilkan telur buaya caiman kurang lebih 65 butir.

Merujuk berbagai sumber, status konservasi M. niger pakar ketahui berisiko rendah atau least concern. Tren populasinya makin menurun, ahli sinyalir akibat aktivitas perburuan liar.

Baca juga: Buaya Senyulong, Reptil Pemalu Penghuni Perairan Rawa

Taksonomi Spesies Melanosuchus Niger

Penulis : Yuhan al Khairi

Top
You cannot copy content of this page