Ayam Dong Tao, Ayam “Kaki Naga”

Reading time: < 1 menit
Ayam Dong Tao. Foto: Ist.

Ayam (Gallus gallus domesticus) merupakan hewan yang sangat akrab dalam keseharian kita. Unggas yang dapat dipelihara dan lezat untuk dimakan ini memiliki banyak macam dan jenis yang unik. Salah satunya ayam dengan julukan “kaki naga”, ayam ras Dong Tao.

Ayam Dong Tao adalah unggas endemik yang berasal dari Distrik Khoai Chau, 30 kilometer dari ibukota Vietnam, Hanoi. Ayam ini memiliki badan yang besar dengan cakar yang besar pula. Cakar yang berwarna kemerahan ini dipandang serupa kaki naga. Selain itu, bobot ayam Dong Tao dapat mencapai 6 kilogram, setara dengan berat ayam ras pedaging semacam broiler.

Ayam yang tergolong langka ini memiliki perkembangbiakkan yang tergolong sulit. Ayam Dong Tao sangat sensitif terhadap perubahan cuaca. Selain itu, jumlah telur yang dihasilkan betinanya pun lebih sedikit dari ayam biasa. Cakar ayam yang sangat besar membuat mereka sulit untuk melakukan proses penetasan, sehingga peternak harus turut membantu dalam proses penetasan.

Setelah menetas, butuh waktu sekitar 8 hingga 12 bulan agar ayam ini dapat dijual atau dikonsumsi dengan ukuran berat 3 hingga 5 kilogram. Namun, ayam Dong Tao memiliki daging yang tebal dan rasa yang lezat saat diolah menjadi berbagai makanan.

Unggas ini dikenal menjadi simbol negara Vietnam. Menurut legenda, ayam Dong Tao memiliki kualitas yang terdapat pada seorang pria kuat, yakni menguasai seni bela diri, kekuatan fisik, dan kesetiaan. Tak jarang ayam Dong Tao selalu terlibat dalam berbagai acara besar adat istiadat masyarakat Vietnam.

Dahulu, ayam ras ini hanya dikembangbiakkan secara eksklusif khusus untuk melayani kebutuhan konsumsi keluarga kerajaan saat itu. Namun sekarang disajikan dan dikonsumsi di restoran-restoran mewah, terutama di kota besar Vietnam, seperti Hanoi dan Ho Chi Minh.

Sekedar informasi, karena sulitnya ayam ras Dong Tao untuk berkembang biak, ayam ini bisa dihargai oleh peternak ayam hingga 2.500 dollar Amerika atau sekitar 33 juta rupiah dalam keadaan hidup.

Penulis: ANP/G32

Top
You cannot copy content of this page