Bawang Merah, Lebih dari Sekadar Komoditas

Reading time: 2 menit
Bawang merah. Foto: pixabay.com

Persaingan pasar antara bawang merah lokal dan bawang merah impor terbilang ketat. Hal ini juga berimbas pada kesejahteraan petani lokal yang membudidayakan bawang merah. Lebih dari sekadar komoditas yang bisa menguntungkan atau malah merugikan secara ekonomi, bawang merah juga memiliki berbagai kegunaan dan manfaat untuk kesehatan.

Bawang merah (Alllium cepa L var Aggregatum) merupakan tanaman asal Asia Tengah dan Asia Tenggara dan tergolong pada jenis umbi-umbian. Tanaman bawang merah memiliki daun serta tangkai bunga berwarna hijau. Secara bentuk, bawang merah memiliki kesamaan ukuran pada bawang putih, meskipun tidak memiliki rasa yang kuat seperti bawang putih pada umumnya.

Bunga bawang merah berjenis majemuk membentuk tandan yang bertangkai dengan rata-rata 50-200 kuntum bunga. Pada ujung dan pangkal tangkai bawang merah mengecil dan di bagian tengah menggembung berbentuk seperti pipa yang berlubang didalamnya. Tangkai tandan bunga ini sangat panjang, lebih tinggi dari daunnya sendiri yang mencapai 30-50 cm.

Setiap bunga bawang merah memiliki benang sari dan kepala putik tersendiri. Bakal buah sebenarnya terbentuk dari 3 daun buah yang membentuk tiga buah ruang dan dalam tiap ruang tersebut memiliki 2 biji. Buah berbentuk bulat dengan ujungnya yang tumpul dengan biji agak pipih. Biji bawang merah dapat digunakan sebagai bibit tanaman secara generatif.

Bawang merah tumbuh antara bulan Mei hingga September dan dapat dipanen setiap tiga bulan sekali. Bawang merah tumbuh pada kawasan dataran berbukit tanah dengan ketinggian rata-rata 500-1000 mdpl. Di Indonesia, budidaya bawang merah dapat kita temui seperti di kawasan Cimenyan, Kabupaten Bandung dan Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes.

Bawang merah kaya akan vitamin C, kalium, serat, kalsium, zat besi dan asam folat yang baik untuk tubuh manusia. Bawang merah juga mengandung zat pengatur tumbuh alami berupa hormon giberelin dan auksin.

Selain itu, bawang merah mengandung efek antiseptik dan senyawa alliicin yang berfungsi sebagai anti mikroba yang bersifat bakteri jahat. Kandungan tersebut ampuh untuk mengatasi berbagai penyakit seperti maag, masuk angin, hingga diabetes mellitus.

Menurut Budi Samadi dan Bambang Cahyono dalam bukunya berjudul “Bawang Merah Intensifikasi Usaha Tani” bawang merah dapat menurunkan kadar gula dalam darah dan kolesterol, memperlancar pernafasan serta aliran darah karena dapat menghambat penimbunan trombosit, dan dapat meningkatkan aktifitas fibrinotik.

Penulis: ANP/G32

Top
You cannot copy content of this page