Ikan Gabus, Karnivor yang Mengandung Protein Potensial

Reading time: 2 menit
Ikan Gabus
Ikan Gabus. Foto: shutterstock

Spesies yang satu ini memiliki rasa yang khas dengan tekstur daging tebal dan putih. Di pasaran harganya cukup mahal baik dalam bentuk segar maupun kering. Ikan gabus kerap dikonsumsi bahkan juga dimanfaatkan sebagai ikan hias saat masih berukuran kecil atau berupa anakan.

Di Indonesia persebarannya meliputi wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Ikan gabus merupakan jenis ikan yang bernilai ekonomis. Bernama latin Channa striata, ikan predator ini merupakan anggota family Channidae yang dapat hidup di perairan tawar atau sungai, payau, serta rawa-rawa. Ikan gabus termasuk ke dalam kelompok ikan karnivor yang buas dan agresif (Chaoesare, 1981 dalam Anuwar, 2010).

Baca juga: Kucing Bakau, Perenang Tangguh yang Hidup di Hutan Mangrove

Di sejumlah daerah, jenis ini dikenal dengan banyak nama seperti aruan, haruan, di Malaysia, Banjarmasin, Banjarnegara; kocolan dalam bahasa Betawi; bogo di Sidoarjo; bayong, licingan di Banyumas; dan kutuk di Jawa. Dalam bahasa Inggris, mereka dijuluki common snakehead, snakehead murrel, chevron snakehead, dan stripped snakehead.

Berdasarkan kajian ilmiah dalam “Media Akuakultur Volume 4 Nomor 1 Tahun 2009”, secara morfologi tubuh ikan gabus bagian atas umumnya berwarna cokelat sampai hitam. Sedangkan di bagian perutnya bercorak cokelat muda sampai keputih-putihan.

Ikan Gabus

Ikan Gabus. Foto: shutterstock

Secara umum ikan gabus juga memiliki pola pertambahan bobot lebih cepat daripada panjang badannya (alometrik). Hal ini berkaitan dengan sifat agresifnya dalam mencari makan. Dengan kepala agak pipih berbentuk seperti ular dan bersisik besar, membuat mereka dijuluki sebagai snake head.

Sisi atas tubuh ikan gabus dimulai dari kepala hingga ekor berwarna gelap, hitam kecokelatan atau kehijauan. Sementara sisi bawahnya putih mulai dari dagu ke belakang. Sisi samping ikan bercoret tebal (striata) dan agak kabur. Warna tersebut seringkali menyerupai lingkungan sekitarnya. Mulut ikan gabus besar dengan gigi-gigi yang tajam. Sirip punggungnya memanjang dilengkapi sirip ekor yang membulat di bagian ujungnya.

Baca juga: Kuau Raja, Burung Raksasa Berbulu Indah

Ikan air tawar ini merupakan sumber albumin yang potensial. Albumin adalah salah satu protein yang penting bagi tubuh. Para praktisi kesehatan memanfaatkan ekstrak ikan gabus sebagai makanan tambahan untuk penderita yang terindikasi hipoalbuminemia, luka bakar, dan diet setelah operasi. Dari berbagai studi kasus dan penelitian diketahui bahwa ekstra ikan gabus dapat meningkatkan kadar albumin pada kasus albuminemia dan mempercepat proses penyembuhan luka pasca operasi (Nugroho, 2013).

Taksonomi Ikan Gabus

Penulis: Sarah R. Megumi

Top