Belajar Demokrasi dari Binatang

Reading time: 3 menit
Belajar Demokrasi dari Binatang
Belajar Demokrasi dari Binatang. Foto: Pexels.

Beberapa waktu lalu, warga dunia ikut menahan napas ketika mengamati Amerika Serikat. Bagaimana tidak, negara adidaya itu sedang melaksanakan pesta demokrasi. Sampai saat ini, warga dunia pun masih menyaksikan dinamika pemilihan umum di negeri Abang Sam. Demokrasi adalah salah satu sistem pemerintahan dalam kehidupan manusia. Berbagai bentuk demokrasi manusia galakkan untuk mencapai keputusan bersama antara masyarakat dan pemimpinnya. Ternyata demokrasi tak hanya milik manusia, beberapa binatang juga melakukan hal yang sama.

Para ilmuwan mulai memandang banyak spesies hewan melakukan demokrasi de facto, di mana kekuasaan pada mayoritas memastikan kelangsungan hidup lebih dari yang bisa dilakukan oleh penekanan pemimpin.

“Pengambilan keputusan tampaknya menjadi sangat penting bagi evolusi organisasi sosial yang stabil, menjelaskan mengapa hal itu tampak umum pada hewan sosial,” tutur ahli biologi Larissa Conradt dan Timothy Roper dalam sebuah studi tahun 2007.

“Jika hewan memilih pemimpin yang salah, maka itu memiliki konsekuensi yang sangat mengerikan bagi mereka,” kata Jennifer Smith, seorang ahli perilaku hewan di Mills College di Oakland, pada The Guardian.

Menengok Perilaku Demokrasi Tujuh Jenis Binatang

Keputusan kolektif adalah bentuk ‘check and balances’ pada kepemimpinan non-manusia. Menyadur dari berbagai sumber, berikut beberapa contoh binatang yang mempraktikkan demokrasi di dalam kehidupan koloninya:

1. Lebah Madu

Setiap musim semi, sarang lebah bisa menjadi sangat ramai dan membuat koloni memutuskan untuk membangun rumah baru.

“Pada lebah madu, ketika pemungutan suara terjadi tentang kapan harus memindahkan sarang dari satu area ke area lain, itu adalah demokrasi,” kata Smith.

2. Rusa Merah

Rusa merah Eurasia hidup dalam kawanan besar dan menghabiskan banyak waktu untuk merumput atau berbaring saat merenung. Namun, ketika ingin berpindah tempat, ada beberapa rusa yang siap bergerak sebelum yang lainnya. Para ilmuwan telah memperhatikan bahwa kawanan rusa hanya akan bergerak bila 60 persen dari rusa dewasa berdiri. Para ilmuwan menyimpulkan, kawanan rusa ini menyampaikan pesan dengan suara dengan kaki mereka. Kelompok rusa biasanya lebih menyukai keputusan demokratis daripada keputusan otokratis.

3. Kerbau Afrika

Mirip dengan rusa merahm kerbau afrika merupakan kawanan herbivora yang sering membuat keputusan kelompok tentang kapan dan ke mana mereka harus bergerak. Pada 1990-an para ilmuwan menyadari kegiatan yang awalnya mereka kira hanyalah peregangan, adalah perilaku memilih. Kerbau betina menunjukkan preferensi perjalanan mereka dengan berdiri, menatap ke satu arah, kemudian berbaring kembali.

“Hanya kerbau betina yang memilih, dan berpartisipasi terlepas dari status sosial mereka dalam kawanan” tulis ahli biologi David Sloan Wilson dalam penelitian tahun 1997.

4. Merpati

The Guardian mengungkapkan, merpati seringkali terbang membentuk susunan. Namun terkadang ada beberapa pemimpin kawanan yang linglung dan berpotensi membawa koloninya ke arah yang salah. Ahli perilaku hewan di departemen zoologi Universitas Oxford, Dora Biro, mengatakan, ada dua cara utama seorang pemimpin merpati dapat dilengserkan. Pertama, pemimpin merpati mungkin sendiri menyadari bahwa ia sedang bingung, dan mundur masuk ke kawanannya. Kedua, seluruh kawanan mungkin menyadari bahwa ada yang salah dengan pemimpinnya dan akan memilih untuk tidak mengikutinya lagi.

Belajar Demokrasi dari Binatang

Ilmuwan meninjau bagaimana merpati dapat melengserkan pemimpin mereka. Foto: Pexels.

5. Simpanse

Simpanse tidak melakukan pemilihan formal dalam menentukan pemimpinnya. Namun, tidak ada alfa-jantan yang dapat memerintah dalam waktu lama tanpa dukungan dari betina kawanan.

“Jantan harus diterima oleh betina sebelum dia bisa mendapatkan statusnya,” kata Institut Studi Hubungan Manusia-Hewan. “Betina bisa sangat pemilih, dan jika betina tidak menyetujui jantan alfa mereka tidak akan membiarkannya kawin dengan mereka.” Setelah itu terjadi, dia mungkin akan segera digulingkan oleh lawannya.

6. Kecoak

Tidak seperti semut dan lebih, kecoak tidak memiliki struktur sosial yang kompleks. Namun, mereka mampu mengambil keputusan yang demokratis. Untuk menguji gagasan ini, tim peneliti mempresentasikan masing-masing lima puluh kecoak di dalam tiga tempat penampungan. Alih-alih berperilaku semrawut, kelima puluh kecoak membagi diri dengan baik. Menurut para peneliti, kecoak menunjukkan keseimbangan antara kerja sama dan persaingan untuk mendapatkan sumberdaya.

“Tanpa komunikasi yang rumit, informasi global, dan perbandingan eksplisit dari peluang yang tersedia, hewan dapat menilai ketersediaan sumber daya dan menyesuaikan cara mereka terbentuk,” simpul para peneliti.

7. Babun

Babun tergolong dalam kelompok kera (ape), bukan monyet (monkey). Hanya saja, gaya pemerintahan mereka mirip dengan simpanse yang masuk ke dalam kelompok monyet. Sama seperti dalam masyarakat simpanse – yakni konsensus betina mengawasi seekor alfa jantan—babun jantan yang dominan juga bukanlah dictator.

Menurut ahli primata James Else dan Phyllis Lee, keputusan kelompok babun kuning tentang pergerakan pasukan dapat terpengaruh oleh setiap dewasa, tetapi jantan dan betina berpangkat tinggi tampaknya memegang keputusan akhir.

Dalam “Primate Ecology and Conservation” Else dan Lee menulis persetujuan dari dua betina paling berpengaruh dan jantan dewasa kerap kali masyarakat babun perlukan dalam mengambil keputusan kelompok.

Baca juga: Bagaikan Ratu, Ada Mahkota di Kepala Burung Mambruk

Penulis: Ida Ayu Putu Wiena Vedasari

Editor: Ixora Devi

Top
You cannot copy content of this page