Babun Hamadria, Monyet Khas dari Jazirah Arab

Reading time: 3 menit
Bulu-bulu babun ini membuatnya seperti memakai mantel. Foto: Freepik

Babun hamadria memiliki tampilan yang unik. Tubuhnya terlihat seperti memakai mantel karena mempunyai bulu-bulunya yang tebal. Selain itu, hewan ini dianggap keramat bagi Bangsa Mesir Kuno. Oleh karena itu, beberapa masyarakat mengenalnya sebagai “babun suci”.

Secara umum, babun ialah kelompok monyet dunia lama yang berasal dari famili Cercopithecidae dan genus Papio. Kelompok ini setidaknya memiliki lima anggota spesies, salah satunya Papio hamadryas.

P. hamadryas merupakan nama ilmiah dari babun hamadria. Spesies ini berkerabat dengan babun chacma (P. ursinus), babun guinea (P. papio), babun anubis (P. anubis), dan juga babun kuning (P. cynocephalus).

Dari penampilannya, bisa terlihat bahwa babun memiliki ukuran tubuh lebih besar dari monyet kebanyakan. Kelima jenisnya bahkan tergolong sebagai anggota non kera terbesar yang ada di ordo Primata.

Morfologi dan Ciri-Ciri Babun Hamadria

Babun hamadria merupakan hewan dengan dimorfisme seksual yang sangat kentara. Ini dapat kita lihat dari perbandingan ukuran pejantan dan betina, ciri fisik, hingga warna kulit dan bulu-bulu mereka.

Ukuran tubuh jantan biasanya dua kali lebih besar dari betina. Mereka dapat berbiak sepanjang 80 cm dengan berat 20–30 kg. Sementara, betina memiliki panjang tubuh 40–45 cm dengan berat 10–15 kg.

Selain ukuran, perbedaan babun jantan dan betina terletak pada warna bulunya. Bulu pejantan dewasa umumnya berwarna putih keperakan, sedangkan betina cenderung kecokelatan hingga cokelat tua.

Bulu-bulu jantan tampak seperti mantel, dengan juntaian surai yang sangat lebat. Betina tidak memiliki mantel atau surai tersebut, sehingga penampilannya terlihat lebih kurus dibandingkan para pejantan.

Babun jantan mendapatkan surai tersebut di usia 10 tahun, sehingga penampilan mudanya berbeda dengan dewasa. Mereka memiliki wajah berwarna kemerahan, cokelat, sampai dengan cokelat tua.

Habitat dan Distribusi Babun Hamadria

Babun hamadria merupakan spesies hewan yang berasal dari kawasan Tanduk Afrika dan ujung barat daya Semenanjung Arab. Mereka dapat kita temukan di banyak daerah, tetapi punah secara lokal di Mesir.

Saat ini, peta persebaran babun tersebut meliputi wilayah Laut Merah di Eritrea hingga Ethiopia, Djibouti, dan Somalia. Mereka juga dijumpai di Pegunungan Sarawat, termasuk wilayah Yaman dan Arab Saudi.

Melansir berbagai sumber, jenis babun ini hidup di daerah gersang, sabana, dan berbatu. Mereka membutuhkan tebing untuk mencari air, tetapi pola dietnya sendiri mengikuti habitatnya yang relatif kering.

Babun suci merupakan hewan omnivora. Mereka mengonsumsi bunga, biji-bijian, rerumputan, akar liar, kulit kayu dan daun saat musim hujan, tetapi memburu serangga dan mamalia kecil saat musim kemarau.

Menurut IUCN Red List, status konservasi P. hamadryas berada pada kategori “least concern” atau risiko rendah. Tren populasinya pun relatif meningkat, sehingga upaya pelestariannya terbilang cukup berhasil.

Perilaku dan Kebiasaan Babun Hamadria

Tidak cuma makan, babun hamadria juga menyesuaikan pola hidupnya sesuai musim. Mereka akan menetap di habitatnya ketika musim hujan, tetapi melakukan perjalanan jauh untuk mencari air saat kemarau.

Selain itu, pola sosial babun ini juga dipenuhi oleh klan atau kelompok. Mereka hidup dalam 2–4 klan, yang mana isinya mencapai 400 individu anggota biasa dan satu pemimpin berjenis kelamin jantan.

Masing-masing klan umumnya berjalan dan tidur dalam satu kelompok. Klan-klan tersebut dapat berkelahi antara satu dan lainnya, yakni untuk memperebutkan makanan, teritori, sampai dengan betina.

Spesies betina bisa berpindah klan karena “dicuri” oleh pejantan lain. Mereka bisa sangat agresif saat berkelahi, yang ditandai oleh kedipan mata cepat, menguap dan memamerkan gigi, hingga menyerang.

Pada dasarnya, kelompok betina bertugas untuk mengurus anak-anak babun. Ia bahkan dapat mengurus anak dari babun lainnya, sehingga kegiatan “parenting” ini seperti dilakukan secara bergotong-royong.

Taksonomi Spesies Papio Hamadryas

Penulis : Yuhan al Khairi

Top