Bukan Mitos, Ular Naga Asli Ternyata Berasal dari Indonesia

Reading time: 3 menit
Ular naga asli Indonesia dengan sisik besar. Foto: Shutterstock

Siapa bilang makhluk mitologi naga hanya ada pada cerita dongeng saja? Di dunia ini, hewan berbentuk reptil tersebut nyatanya benar-benar sudah ahli temukan, lho. Inilah Xenodermus javanicus, spesies ular naga yang berasal dari Indonesia.

Dragon Snake, Javan Tubercle Snake, atau Javan Mudsnake adalah nama lain X. javanicus. Mereka dikenal pula sebagai Rough-backed Litter Snake karena bentuk kulitnya yang unik.

Secara klasifikasi, kelompok ular ini pakar golongkan ke dalam ordo Squamata dan genus Xenodermus. Ia merupakan satu-satunya anggota suku tersebut yang ahli temukan di dunia.

Ular naga bukanlah jenis reptil yang berbahaya bagi manusia. Mereka terbilang mempunyai sifat yang pasif, serta sering publik manfaatkan sebagai agen pengontrol hama perkebunan.

Klasifikasi dan Jenis-Jenis Ular Xenodermidae

Sebelum membahas lebih jauh mengenai ciri-ciri ular naga, penting untuk Anda mengetahui klasifikasi hewan tersebut. Spesies reptil ini ahli gabungkan ke dalam famili Xenodermidae.

Keluarga Squamata itu memiliki setidaknya 20 anggota spesies ular yang terbagi ke dalam lima genus besar, yakni Achalinus, Fimbrios, Parafimbrios, Stoliczkia serta Xenodermus.

Genus Achalinus mempunyai anggota spesies yang paling besar dari famili Xenodermidae. Sedangkan yang lainnya rata-rata hanya terdiri dari satu sampai dengan dua spesies saja.

Melansir berbagai sumber, penamaan keluarga ular naga ini sempat ilmuwan tulis sebagai Xenodermatidae. Ini nyatanya keliru sehingga perlu diubah kembali menjadi Xenodermidae.

Anggota famili Xenodermidae biasanya menyebar mulai dari Asia Timur, Asia Selatan, dan Asia Tenggara. Populasinya cukup besar sehingga sangat mudah ditemukan oleh manusia.

Nama “Xenodermus” sendiri dikukuhkan oleh Johannes Theodor Reinhardt (1836). Kata ini bisa kita artikan sebagai “kulit aneh,” mengacu pada tubuh ular yang dipenuhi sisik besar.

Baca juga: Ular Sendok Jawa, Sangat Diincar Meskipun Mematikan

Morfologi dan Ciri-Ciri Ular Naga Xenodermus

Ular naga umumnya berkembang biak hingga sepanjang 50 cm. Kepala dan ekornya tampak cukup panjang, dengan bagian tubuh yang ramping (kurus) namun cenderung agak padat.

Menurut ahli, spesies jantan dan betina ular ini dapat kita identifikasi melalui ukuran tubuh dan ekornya. Ini juga bisa kita selisik dari organ hemipenial pada lubang kloaka mereka.

Ukuran tubuh ular betina biasanya lebih besar dari pejatan. Ia mempunyai ekor yang lebih tipis dan pendek, serta tidak dilengkapi dengan organ hemipenial pada lubang kloakanya.

Sang pejantan memang memiliki ukuran tubuh lebih kecil daripada betina. Namun mereka memiliki ekor yang tebal dan panjang, serta terdapat tonjolan berupa organ hemipenial.

Fitur paling khas dari ular naga adalah tekstur kulit mereka. Tidak seperti ular kebanyakan, spesies ini memiliki tiga baris sisik besar yang kasar dan menonjol pada area punggungnya.

Jika kita perhatikan, warna kulit Javan mudsnake lebih condong berwarna keabu-abuan daripada hitam. Ia mempunyai ventral berwarna krim dengan corak berupa bintik hitam.

Habitat dan Karakteristik Spesies Ular Naga

Dragon snake jamak pakar temukan pada daerah lembap seperti sawah, rawa dan hutan. Mereka mendiami area berketinggian sedang sampai 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Melihat distribusinya, spesies ular naga dapat kita kategorikan sebagai fauna asli Asia Tenggara. Ia menyebar mulai dari Malaysia, Thailand, Myanmar sampai dengan Indonesia.

Di Tanah Air, peta persebaran reptil ini terbilang cukup luas. Populasinya dapat kita jumpai di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan serta beberapa pulau kecil yang terdapat di sekitarnya.

Merujuk IUCN Red List, status konservasi X. javanicus berada pada level ‘least concern’ atau risiko rendah. Namun, bukan berarti kita bebas untuk memburu serta memelihara mereka.

Javan tubercle snake tergolong sangat sulit untuk manusia pelihara. Jika tempat tinggalnya tidak sesuai dengan habitat asli mereka, ia bisa mengalami stres, dehirasi bahkan mati.

Selain itu, ular naga sendiri memiliki sifat semi-fossorial (menggali). Mekanisme defensifnya terbilang unik, tubuh mereka akan mengeras seperti papan apabila tersentuh oleh tangan.

Baca juga: Ular Kawat, Salah Satu Reptil Terkecil yang Mirip Cacing

Taksonomi Spesies Javan Tubercle Snake

Penulis : Yuhan al Khairi

Top
You cannot copy content of this page