Anakonda Kuning, Salah Satu Ular Terbesar yang Suka Berendam

Reading time: 3 menit
Ular ini memiliki sifat kanibalisme. Foto: Shutterstock

Anakonda kuning merupakan salah satu anggota Eunectes yang hidup secara endemis di Amerika Selatan. Ukuran dan kemampuan tarungnya sama seperti anakonda kebanyakan, tetapi hewan tersebut terbilang cukup unik berkat keindahan kulitnya.

Eunectes notaeus atau anakonda kuning tergabung dalam famili Boidae. Kelompok ini sejatinya masih berkerabat dengan boa, tetapi mereka memiliki habitat yang eksklusif karena hidup di sekitar perairan.

Seperti yang kita tahu, keluarga boa setidaknya terdiri atas 65 spesies. Kelompok ini sebagian besar ditemukan di Benua Amerika, serta beberapa pulau kecil di wilayah Afrika, Eurasia dan Samudera Pasifik.

Tak cuma E. notaeus, spesies E. murinus (anakonda hijau) pun tergolong sebagai anggota famili ini. Ia merupakan spesies ular terbesar di dunia, yang ukurannya mencapai dua kali lipat dari anakonda kuning.

Morfologi dan Ciri-Ciri Anakonda Kuning

Anakonda kuning dikenal juga sebagai anakonda Paraguay. Ular ini dapat berkembang biak hingga sepanjang 3,3–4,4 meter, sedangkan bobot tubuhnya mencapai 25–35 kg.

Di habitatnya, sempat ditemukan pula individu E. notaeus yang memiliki panjang tubuh 4,6 meter dan bobot 55 kg. Individu tersebut disinyalir adalah betina, sebab ukuran betina memang lebih besar dari jantan.

Paraguay kuning memiliki corak tubuh yang unik dengan warna dasar kuning, cokelat keemasan, atau kuning kehijauan. Warna itu dilapisi oleh serangkaian sadel, bercak, bintik, dan garis hitam atau cokelat tua.

Bintik dan corak cokelat tersebut sebenarnya adalah bentuk adaptasi ular terhadap lingkungan hidupnya. Ini membuat mereka sulit terlihat di dalam air, serta tersamarkan jika berjalan di atas tanah.

Sebagai ular semi-akuatik, struktur wajah spesies E. notaeus berbeda dengan ular pada umumnya. Mata dan hidung hewan tersebut terletak di atas kepala, sehingga memudahkan mereka saat berenang.

Habitat dan Distribusi Anakonda Kuning

Anakonda kuning hidup di rawa-rawa, tepi sungai, serta sungai berarus lambat. Hewan tersebut dapat kita temukan di area sungai Paraguay, serta anak-anak sungai di Bolivia, Brasil barat, hingga Argentina.

Walau sangat dekat dengan air, ular ini sejatinya memiliki kemampuan merayap dan memanjat yang baik. Mereka dapat bergelantungan pada tangkal pohon yang besar, terutama saat berburu mangsa.

Di alam liar, spesies E. notaeus memburu hewan-hewan vertebrata. Sang anak memakan tikus kecil, sedangkan induk memakan hewan berukuran sedang seperti kelinci, anak ayam, burung puyuh, dan unggas lainnya.

Sebagai salah satu ular terbesar di dunia, anakonda Paraguay merupakan pemangsa teratas di ekosistemnya. Predator mereka terhitung cukup minim, meliputi kaiman, anaconda lebih besar, jaguar, hingga puma.

Jangan heran, ular anakonda memang memiliki sifat kanibalisme. Tidak diketahui seberapa sering fenomena itu terjadi. Namun, ahli memprediksi bahwa kanibalisme bisa muncul akibat kurangnya ketersediaan makanan.

Pola Hidup dan Perilaku Anakonda Kuning

Anakonda kuning merupakan hewan ovovivipar. Musim kawinnya terjadi pada bulan April dan Mei, sedangkan masa kehamilan berlangsung 6–8 bulan. Dalam sekali berbiak, ular itu bisa menghasilkan sekitar 4–82 anak.

Sang anak mencapai usia kematangan seksual pada usia 3–4 tahun. Induk dan anak-anaknya hidup secara mandiri, mereka bahkan tidak diasuh oleh induk betina sesaat setelah dilahirkan.

Uniknya, ukuran anak anakonda Paraguay merupakan salah satu yang terbesar dari anak ular lainnya. Tubuh mereka dapat mencapai 1 % dari ukuran sang induk, maka jika dirata-ratakan berkisar 33–44 mm.

Spesies E. notaeus keluar dari area perairan untuk mencari mangsa dan berpindah tempat. Mereka juga naik ke permukaan untuk mencari pasangan, tetapi justru melangsungkan perkawinan di dalam air.

Tak banyak yang mengetahui bahwa ular ini memiliki sifat “penakut.” Ia lebih memilih lari ketimbang berhadapan langsung dengan pemangsa. Namun, bisa pula melancarkan serangan fatal jika merasa terancam.

Taksonomi Spesies Eunectes Notaeus

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page