Bagaikan Ratu, Ada Mahkota di Kepala Burung Mambruk

Reading time: 3 menit
Bagaikan Ratu, Ada Mahkota di Kepala Burung Mambruk
Bagaikan ratu, burung mambruk khas Papua ini miliki mahkota di kepala. Foto: Shutterstock.

Burung khas Papua satu ini sangatlah indah karena terdapat mahkota cantik di kepalanya. Yuk, kenalan dengan si cantik burung mambruk atau ‘dara mahkota’. Mambruk (crowned pigeon) merupakan anggota keluarga burung merpati yang mempunyai ukuran tubuh terbesar di dunia. Mereka termasuk ke dalam ordo Columbiformes, famili Columbidae, dan merupakan salah satu jenis burung endemik di Papua.

Penyebutan nama burung ini sebagai burung mambruk atau dara mahkota karena memiliki mahkota yang indah. Masyarakat Papua menjadikan satwa ini sebagai burung hias atau burung peliharaan, bahkan menjadi lambang Kabupaten Manokwari di Papua.

Melansir Hadi Wasito (2010) dalam buku Teknik Penangkaran Burung Mambruk, mambruk adalah satwa burung yang memiliki perilaku unik. Mereka lebih banyak beraktivitas di lantai hutan untuk mencari makan, bermain, dan kawin. Jika mereka merasa cukup aman, tanpa adanya gangguan, maka burung ini akan berjemur di ranting pohon atau di lantai hutan yang terbuka. Sedangkan aktivitas istirahat atau tidur pada umumnya mereka lakukan di atas pohon.

Burung Mambruk Tinggal di Kawasan Hutan Daratan Rendah

Hadi menyebutkan, burung mambruk pada umumnya berhabitat di kawasan hutan dataran rendah. Mereka hidup di hutan primer maupun hutan sekunder yang tidak terpengaruh oleh aktivitas manusia. Satwa ini sangat menyukai kondisi hutan dengan temperatur sekitar 25 -270C dan kelembaban sekitar 80-90%. Kondisi hutan yang demikian memungkinkan banyaknya ketersediaan pakan di balik atau di antara serasah yang terdapat di lantai hutan.

Adapun berbagai jenis pohon yang tidak begitu tinggi dan rimbun (6-10 m) sebagai tempat meletakan atau membuat sarang mambruk. Sarang yang terletak di atas pohon tersebut dapat menjaga dan memelihara telur serta anak fauna ini dari pemangsa. Pemangsa telur maupun anak burung (piyik) tersebut di antaranya adalah kuskus, biawak, ular, dan elang.

Satwa ini menunjukkan kepintaran sosial dalam aktivitasnya. Mereka selalu bersama-sama meski dalam kelompok kecil antara 4 hingga 6 ekor. Perilaku sosial lainnya yakni ketika satu atau sepasang mambruk mendapatkan makanan. Mereka akan mengeluarkan suara “hooooom” berulang-ulang untuk memanggil temannya agar bergabung bersama menikmati makanan. Suara yang satwa ini keluarkan hampir sama saat mambruk merasa terganggu atau terancam.

Tiga Jenis Burung Mambruk

Burung mambruk mempunyai ciri khas jambul yang tersusun menyerupai kipas di atas kepalanya, bentuk jambulnya itu pula yang membedakan ketiga jenis mambruk. Di seluruh wilayah hutan di Papua ada tiga jenis burung mambruk yang hidup menyebar merata, yakni sebagai berikut:

Mambruk cristata (Goura cristata)

Mambruk cristata masyarakat kenal sebagai mambruk barat, mambruk mahkota biru atau cristata crowned pigeon. Satwa ini hidup di bagian barat Papua dan pulau kecil di sekitarnya seperti pulau Waigeo, Salaswati dan Bantata.

Mambruk victoria (Goura victoria)

Dalam bahasa Inggris mambruk victoria bernama victoria crowned pigeon. Burung ini hidup di bagian utara pulau Papua dan pulau kecil di sekitarnya. Bulunya bewarna biru keabuan dengan jambul seperti kipas yang ujungnya bewarna putih, bulu dada merah marun keunguan, di sekitar mata terdapat topeng hitam dengan iris mata bewarna merah.

Mambruk selatan (Goura scheepmakeri)

Masyarakat barat memanggil satwa ini maroon breasted crowned pigeon. Fauna hidup tersebar di pulau Papua. Bulunya bewarna biru keabuan pucat dengan jambul rumit berenda bewarna biru, iris mata dan bulu dada bewarna merah marun.

Baca juga: Riset: Membiarkan Ikan Besar di Laut Bantu Kurangi CO2

Menjadi Sasaran Perburuan Liar

Potensi keindahan morfologis dan keunikan tingkah laku merupakan daya tarik burung mambruk, sehingga burung ini sering menjadi target para pemburu liar. Pemburu terutama mengincar dagingnya karena tubuhnya yang relatif sama dengan ayam dan memiliki sumber protein hewani. Selain itu perburuan burung ini juga dilakukan sekadar untuk kesenangan atau hobi. Akibat perburuan tersebut, populasi burung mambruk di habitat alaminya diduga semakin menurun, sehingga kelestariannya terancam.

Untuk mencegah dari kepunahannya, pemerintah Indonesia telah menetapkannya sebagai satwa dilindungi dengan dicantumkannya jenis ini ke dalam Undang-Undang (UU) No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Hayati dan Ekosistemnya dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar.

Pembangunan daerah di wilayah Papua mengakibatkan banyak daerah hutan dibuka untuk keperluan pemukiman transmigran dan penduduk lokal, jalan, dll. Kegiatan pembangunan tersebut mengakibatkan banyak habitat satwa rusak dan selanjutnya mengancam keberadaan satwa-satwa tersebut, termasuk burung mambruk yang merupakan hewan endemik.

Taksonomi Burung Mambruk

Bagaikan Ratu, Ada Mahkota di Kepala Burung Mambruk

Penulis: Sarah R. Megumi

Editor: Ixora Devi

 

Top
You cannot copy content of this page