Jamur Payung Busuk, Fungi Kecil dengan Aroma Menyengat

Reading time: 2 menit
Sebaiknya jangan mengonsumsi jamur ini karena beracun. Foto: Shutterstock

Jenis jamur beracun sudah banyak ditemukan. Namun, bagaimana dengan jamur yang beracun sekaligus dapat mengeluarkan bau tidak sedap? Inilah jamur payung busuk, salah satu spesies agaric fungus yang tergabung ke dalam divisi Basidiomycota.

Stinking dapperling, stinking parasol atau jamur payung busuk, adalah spesies jamur paling menyebar dari genus Lepiota. Mereka berasal dari famili Agaricaceae, sehingga masih berkerabat dengan jamur Agaricus.

Bahkan, saat awal ditemukan jamur ini diberi nama Agaricus cristatus oleh naturalis Inggris James Bolton. Namun, namanya kemudian diganti oleh ahli mikologi Jerman Paul Kummer menjadi Lepiota cristata.

Menurut Kummer, DNA stinking dapperling lebih mirip kelompok Lepiota daripada Agaricus. Hal tersebut dibuktikan dari morfologi mereka, yang mana memiliki ciri khas sisik-sisik kasar pada permukaan payungnya.

Morfologi dan Ciri-Ciri Jamur Payung Busuk

Cukup sulit memang membedakan jamur payung busuk dengan jenis agaric lainnya. Beberapa di antara mereka mempunyai morfologi yang mirip, sehingga hanya dapat diidentifikasi secara mikroskopis saja.

Seperti jamur bertopi pada umumnya, spesies L. cristata terdiri atas tiga bagian inti, yakni payung (cap), insang (gills), dan batang (stipe). Supaya tidak keliru dalam mencirikan kelompoknya, simak uraian berikut ini:

  • Payung; memiliki ukuran 2–4 cm. Mulanya berbentuk cembung atau tumpul, tetapi jadi melebar dan hampir rata ketika dewasa. Terlihat sisik kasar berwarna cokelat merah muda hingga cokelat kemerahan pada permukaan payung. Bagian tengah tampak lebih gelap, sedangkan tepian payung justru tanpa sisik atau bercak.
  • Insang; melekat di bagian bawah payung, bukan pada batangnya. Berbeda dengan spesies lain, insang jamur ini tampak menyatu atau tidak memiliki banyak celah. Warnanya sendiri cenderung mirip dengan permukaan payung, tetapi tanpa sisik.
  • Batang; panjangnya antara 3–7 cm dengan tebal 2–3 mm. Warna batang keputihan tapi dapat berubah menjadi merah muda atau kecokelatan ke arah pangkal. Terdapat cincin atau ring berwarna senada pada batang tersebut. Permukaan batang cenderung agak rapuh.

Jika dibelah, permukaan daging telihat keputihan dan sangat tipis. Fungi ini diklaim tidak memiliki rasa yang khas, tetapi mengeluarkan bau yang cukup menyengat seperti aroma busuk.

Habitat dan Jenis-Jenis Jamur Payung Busuk

Jamur payung busuk adalah fungi saprobik yang mendapatkan nutrisi dari penguraian bahan organik yang telah mati. Karena itu, spesies ini jamak ditemukan di hutan konifer tak jauh dari tumbuhan runjung.

Beberapa spesies ditemukan tumbuh secara soliter, sedangkan lainnya berada dalam kelompok kecil. Jamur ini bisa kita temukan di banyak tempat mulai dari hutan, kebun, parit, sampai padang rumput.

Dibanding spesies lain, L. cristata memiliki persebaran yang paling luas. Mereka berkembang di berbagai iklim dan kawasan, mulai dari Amerika Utara (terutama utara Meksiko), Eropa, utara Asia, serta Selandia Baru.

Melansir berbagai sumber, setidaknya ada delapan subspesies L. cristata yang berhasil ahli temukan di seluruh dunia. Subspesies tersebut ialah;

  • Lepiota cristata var. adextrinoidea
  • Lepiota cristata var. congolensis
  • Lepiota cristata var. cristata
  • Lepiota cristata var. exannulata
  • Lepiota cristata var. felinoides
  • Lepiota cristata var. macrospora
  • Lepiota cristata var. pallidior
  • Lepiota cristata var. viridispora

Lalu, apakah jamur payung busuk dapat dikonsumsi? Sayangnya tidak. Walau toksisitasnya masih perlu diteliti, jamur ini pakar sinyalir beracun mengingat sebagian besar spesies Lepiota memiliki sifat demikian.

Karena itu, selama kepastian toksisitas jamur ini belum diketahui, maka kita dilarang untuk mengonsumsi spesies L. cristata. Apalagi mereka sangat mirip dengan spesies lainnya, yang notabene-nya beracun.

Taksonomi Spesies Lepiota Cristata

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page