Entoloma bloxamii, Jamur Biru Tua yang Langka

Reading time: 2 menit
Big blue pinkgill atau bloxam's entoloma merupakan spesies jamur langka dari famili Entolomataceae. Foto: Inaturalist
Big blue pinkgill atau bloxam's entoloma merupakan spesies jamur langka dari famili Entolomataceae. Foto: Inaturalist

Entoloma bloxamii yang dikenal dengan nama umum big blue pinkgill atau bloxam’s entoloma merupakan spesies jamur langka dari famili Entolomataceae. Di beberapa negara, terutama Amerika Serikat, nama ilmiah jamur ini adalah Entoloma bloxami, bukan Entoloma bloxamii.

Pada tahun 1992, jamur ini masuk dalam daftar merah jamur terancam punah di Inggris. Kemudian, tahun 2006, jamur ini sudah tidak masuk daftar merah, namun tetap menjadi spesies prioritas dalam Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Inggris.

Ahli mikologi Inggris, Miles Joseph Berkeley dan Christopher Edmund Broome mendeskripsikan jamur itu secara ilmiah pada tahun 1854 dengan nama Agaricus bloxami. Nama itu untuk menghormati seorang pendeta dan naturalis Inggris bernama Andrew Bloxam (1801 – 1878). Namun, di tahun 1887, ahli mikologi Italia Pier Andrea Saccardo memperbaharui taksonomi jamur ini dan mengubah namanya menjadi Entoloma bloxamii.

Entoloma bloxamii Berwarna Biru Tua dan Berukuran Cukup Besar

Tudung jamur big blue pinkgill berdiameter 3,5 sampai 8 cm, berbentuk kerucut, berwarna biru tua hingga nila, yang secara bertahap berubah menjadi cokelat pekat. Permukaan tudungnya halus dan tidak bercorak. Bagian lamellanya tersusun padat, berlekuk. Awalnya berwarna putih, kemudian berubah menjadi merah muda seperti salmon.

Sementara, panjang bagian batangnya 3,5 hingga 7 cm dengan diameter sekitar 1-3,5 cm yang meruncing ke arah pangkal. Warna batang sama dengan tudungnya. Namun, kadang-kadang berwarna kekuningan di arah pangkal. Selain itu, terdapat serabut halus memanjang di batangnya serta tidak memiliki cincin batang.

Taksonomi Big Blue Pinkgill Entoloma bloxamii. Foto: Greeners

Taksonomi Big Blue Pinkgill Entoloma bloxamii. Foto: Greeners

Bagian sporanya cukup besar, berukuran 7,5-9 x 6,5-8μm. Cetakan sporanya berwarna merah muda kecokelatan. Jamur ini memiliki aroma seperti sedikit bertepung tapi tidak khas.

Kerabatnya yang bernama ilmiah Entoloma nitidum memiliki warna yang sangat mirip dengan jamur big blue pinkgill. Namun, masih tampak berbeda karena kerabatnya tersebut berukuran sedikit lebih ramping dan lebih kecil.

Distribusinya Cukup Luas Namun Langka

Sebagian besar jamur ini berada di hutan dan padang rumput saat musim panas hingga akhir musim gugur. Distribusinya meliputi sebagian besar daratan Eropa (tapi sangat langka), Pantai Barat Amerika Serikat, Amerika Utara, hingga Asia.

Karena kelangkaan itu, jamur ini untuk dikonsumsi, melainkan untuk keperluan penelitian penting. Oleh karena itu, jamur ini diperlakukan seperti jamur beracun yang tak boleh disentuh.

 

Penulis: Anisa Putri

Editor: Indiana Malia

Top