Ischnura Elegans, Spesies Capung Jarum dengan Ekor Biru

Reading time: 3 menit
Inshnura Elegans Capung ekor biru
Capung berekor biru dan berbadan langsing ini perlu lestari agar dapat dilihat di masa depan. Foto: Shutterstock

Capung jarum adalah salah satu spesies Odonata yang berasal dari subordo Zygoptera. Serangga ini berkerabat dekat dengan spesies capung biasa (sibar-sibar), walau secara klasifikasi dan penampilan keduanya ilmuwan anggap berbeda.

Sibar-sibar pakar golongkan ke dalam subordo Anisoptera. Tubuh capung satu ini biasanya berukuran lebih besar, serta hinggap dengan sayap terbuka atau terbentang ke samping.

Berbeda dengan capung Zygoptera, anggota kelompoknya mempunyai ukuran tubuh yang kecil. Mereka bisa kita cirikan dari abdomen-nya yang kurus sehingga mirip seperti jarum.

Subordo Zygoptera setidaknya terdiri dari 20 famili dan ratusan macam spesies. Salah satu yang paling terkenal ialah Ischnura elegans, jenis capung jarum berekor biru asal Eropa.

Klasifikasi dan Jenis-Jenis Capung Jarum Biru

Capung jarum berekor biru atau blue-tailed damselfly adalah salah satu spesies serangga yang berasal dari famili Coenagrionidae. Capung ini terdiri dari delapan subspesies, yakni:

  • I. elegans ebneri
  • I. elegans elegans
  • I. elegans pontica
  • I. elegans f. infuscan
  • I. elegans f. infuscans-usang
  • I. elegans f. rufescens
  • I. elegans f. typica
  • I. elegans f. violacea

Tidak cuma I. elegans, kelompok capung jarum sebenarnya terbagi atas dua spesies. Karena itu, blue-tailed damselfly dapat kita katakan ‘bersepupu’ dengan jenis Ischnura heterosticta.

Secara morfologi, tampilan I. elegans dan I. heterosticta sejatinya tidak terlalu berbeda. Identifikasi keduanya justru ahli lakukan berdasarkan distribusi atau pola persebarannya.

Capung I. heterosticta merupakan satwa asli benua Australia. Populasi terbesarnya pakar sinyalir berada di Tasmania, meskipun secara distribusi terhitung cukup merata dan luas.

Selain kedua spesies itu, ada pula capung jarum lain yang disebut sebagai capung jarum sawah (I. senegalensis). Kelompok ini berasal dari Afrika, lalu menyebar sampai ke benua Asia.

Morfologi dan Ciri-Ciri Capung Jarum Biru

Panjang tubuh blue-tailed damselfly rata-rata mencapai 27-35 milimeter dengan lebar sayap berkisar 35 milimeter. Mereka juga memiliki sayap belakang berukuran sekitar 20 milimeter.

Spesies dewasa bisa kita tandai dari corak kepalanya yang berwarna biru-hitam. Capung ini memiliki mata biru, serta warna hitam yang menghiasi sebagian besar bagian perut mereka.

Pada bagian perut ini, terlihat pula adanya delapan segmen kecil yang berwarna biru pucat. Spesies capung remaja juga bisa kita cirikan, yakni melalui warna kehijauan pada toraksnya.

Capung jarum betina memiliki corak tubuh yang lebih bervariasi. Saat usia remaja, warna tubuhnya cenderung merah muda dengan bentuk rufescens yang berwarna keunguan.

Sedangkan saat berusia dewasa, warna tersebut berangsur-angsur berubah menjadi lebih gelap. Bahkan, corak tubuhnya menjadi kebiruan dengan bintik-bintik cokelat agak pucat.

Perlu Anda ketahui, sayap capung jarum biasanya akan terlipat ketika sedang beristirahat. Berbeda dengan capung biasa, yang notabenenya beristirahat dengan sayap terbentang.

Habitat dan Kebiasaan Capung Jarum Biru

Melihat langsung kehidupan fauna ini pada dasarnya tidak terlalu sulit. Habitat mereka terbilang dekat dengan manusia, sehingga mudah kita jumpai di sekitar area pemukiman.

Melansir berbagai sumber, capung ini menyukai daerah aliran air, kolam, rawa, hutan serta sawah. Ia bahkan bisa kita temukan di area pantai sampai daerah berketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Siklus hidup mereka bermula dari telur, durasi menetasnya larva rata-rata memakan waktu hingga dua hari. Setelah menetas, larva capung akan keluar lalu meninggalkan cangkangnya.

Larva yang tumbuh akan berkembang menjadi nimfa. Ini merupakan fase hidup terlama bagi spesies capung. Setelah itu, barulah ia berangsur-angsur berubah menjadi individu dewasa.

Capung jarum dewasa sangat senang hinggap pada pucuk rumput, perdu dan sebagainya. Mereka sangat aktif pada siang hari, sehingga cukup sulit untuk kita tangkap atau dekati.

Merujuk IUCN Red List, populasi spesies I. elegans terhitung stabil dan banyak. Akan tetapi habitatnya tetap perlu kita jaga, agar kelestariannya masih bisa kita nikmati di masa depan.

Taksonomi Spesies Blue-tailed Damselfly

Penulis : Yuhan al Khairi

Top
You cannot copy content of this page