Rhizopus Stolonifera, Spesies Jamur yang Tumbuh pada Roti

Reading time: 3 menit
Foto: Shutterstock

Black Bread Mold, Kapang Roti Hitam atau Jamur Roti adalah sejenis fungi saprofit yang tumbuh pada sayur-sayuran, buah, hingga roti. Ia ahli kenal sebagai Rhizopus stolonifera, spesies jamur yang mampu menyebabkan pembusukan lunak pada substrat organik.

Jamur roti tergolong sebagai kapang Zygomycota berordo Mucorales. Ia pakar identifikasi sebagai fungi Mucoraceae, sehingga masih berkerabat dekat dengan spesies jamur tempe.

Dalam genus Mucorales sendiri, terdapat delapan fungi yang berhasil ahli temukan. Selain jamur tempe dan roti, spesies R. oryzae adalah salah satu yang paling dikenal masyarakat.

Perlu Anda ketahui, jamur Rhizopus stolonifera memiliki sinonim kata Rhizopus nigricans. Pencetusnya adalah Christian G. Ehrenberg, seorang naturalis berkebangsaan Jerman.

Karakteristik dan Ciri-Ciri Jamur Rhizopus Stolonifera

Koloni jamur roti pada mulanya berwarna putih, lalu berangsur-angsur berubah jadi cokelat keabu-abuan. Bentuknya mirip kapas dan mampu menghasilkan spora dalam jumlah besar.

Fungi Rhizopus stolonifera juga memiliki hifa yang panjang, tidak bersepta, serta rhizoid. Ada pula stolon yang menghubungkan rangkaian sporangia, yang terdiri dari 2 – 5 sporangiofor.

Menariknya jika menempel pada roti, pertumbuhan spora menyebabkan perubahan warna, bau, dan rasa. Ini merupakan hasil sekreasi enzim pencernaan terhadap senyawa kimia roti.

Selain kontaminan, jamur Rhizopus stolonifera memiliki kemampuan fermentasi. Mikrofungi tersebut bahkan mampu merubah steroid dan mensintesis corticoid, serta bersifat racun.

Karena itu bila melihat permukaan roti yang menghitam, jangan sekali-kali mencoba untuk mengonsumsinya kembali. Sebab hal tersebut bisa menimbulkan risiko bagi kesehatan.

Melansir penelitian Journal of Applied and Basic Medical Research, gejala yang ditimbulkan akibat mengonsumsi jamur roti adalah diare, demam, dehidrasi, hingga muntah-muntah.

Baca juga: Penicillium Chrysogenum, Spesies Jamur Penghasil Antibiotik

Faktor Penentu Pertumbuhan Rhizopus Stolonifera

Merujuk karya tulis ilmiah Taufik Hidayatullah dari STIE Insan Cendekia Medika Jombang, terdapat beberapa faktor penyebab tumbuhnya jamur Rhizopus stolonifera, seperti:

  • Suhu lingkungan: kapang tumbuh secara optimal pada suhu ruangan berkisar 25 – 30 Celsius. Kendati demikian, ada pula beberapa spesies jamur roti yang berkembang pada suhu 35 – 37 Celsius dan lebih tinggi
  • Oksigen dan pH: seperti makhluk hidup lainnya, kelompok fungi juga memerlukan asupan oksigen untuk bertahan hidup. Pertumbuhannya bahkan semakin optimal, jika berada pada kondisi asam atau pH yang rendah
  • Subtrat atau Media: Selain bisa mengolah berbagai komponen makanan, Rhizopus stolonifera juga mampu menghasilkan enzim hidrolitik, seperti amylase, proteinase, pectinase, dan Karena itu, mereka dapat tumbuh pada bahan pangan yang mengandung pati, protein, hingga lipid.

Black Bread Mold bereproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual terjadi dengan spora nonmotil dari sporangium, sedangkan reproduksi seksual lewat konjugasi.

Cara Mencegah Pertumbuhan Rhizopus Stolonifera

Roti dan bahan makanan lain sejatinya memiliki waktu kadaluwarsanya tersendiri. Namun jika kita salah menyimpannya, makanan tersebut bisa saja ditumbuhi jamur lebih cepat.

Untuk mengantisipasi hal ini, sebaiknya simpan bahan makanan di tempat yang kering dan sejuk selama 3 – 5 hari. Selain itu, berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

  • Apabila kemasan roti sudah terbuka, maka simpan di dalam wadah yang kedap udara;
  • Supaya tidak lembap, hindari menutup roti ketika sedang panas atau baru matang;
  • Bekukan bahan makanan tersebut untuk mencegah pertumbuhan kapang; dan
  • Pisahkan roti dengan kertas lilin agar lebih mudah dicairkan saat ingin kita konsumsi.

Bagaimana jika roti sudah terlanjur berjamur, apakah makanan tersebut masih bisa kita konsumsi bila bagian hitamnya dipotong? Sayangnya, cara ini terbilang tidak efektif.

Menurut penelitian, akar Rhizopus stolonifera yang sudah tumbuh masih bisa menempel di dalam roti. Karena itu, bahan pangan tersebut sudah terkontaminasi dan harus kita buang.

Baca juga: Jamur Ulat, Parasit Termahal di Dunia yang Terancam Punah

Taksonomi Spesies Kapang Roti Hitam

Penulis: Yuhan Al Khairi

Top