Si Ekor Darah, Pengendali Hama Serangga Jakarta

Reading time: 2 menit
Capung ekor darah (Lathrecista asiatica). Foto: greeners.co/Ady Kristanto

Capung atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai “naga terbang” (dragonfly) merupakan serangga yang diciptakan untuk menjadi pembunuh terbang yang handal. Di alam, capung berfungsi sebagai pengendali hama serangga atau menjaga keseimbangan serangga di alam.

Salah satu capung yang berpenampilan indah adalah capung ekor darah (Lathrecista asiatica) yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama asiatic blood tail. Capung ini termasuk ke dalam suku Libellulidae dan hanya satu marga saja, yaitu Lathrecista.

Capung ekor darah merupakan jenis capung kosmopolit, tersebar dari India hingga Australia. Capung ini memiliki 3 sub jenis, yaitu L. a. asiatica yang meliputi India hingga Indonesia, kemudian L. a. festa di wilayah Australia, Papua nugini dan pulau-pulau sekitarnya, dan terakhir L. a. Pectoralis.

Capung ekor darah mempunyai panjang sayap 60 – 85 mm. Capung jantan dapat diidentifikasi dengan muka berwarna putih pucat, warna kuning dan hitam pucat pada badan, ekor berwarna merah darah serta warna hitam di ujungnya. Ketika terbang mereka cukup pemalu dan terbang dengan sedikit gerakan. Sedangkan capung betina memiliki muka berwarna kuning, pada badan nampak jelas warna kuning serta hitam, dan warna merah di ekor tidak seterang capung jantan.

Capung ekor darah (Lathrecista asiatica). Foto: greeners.co/Ady Kristanto

Capung ekor darah (Lathrecista asiatica). Foto: greeners.co/Ady Kristanto

Capung ekor darah biasa ditemukan di dekat kawasan perairan seperti sungai, rawa, danau hingga laguna, namun kadang ditemukan jauh dari kawasan perairan. Nimfa capung ini ditemukan di kolam-kolam di hutan dan ada juga catatan dimana nimfa capung jenis ini terdapat di kolam dekat area persawahan.

Menariknya pembunuh terbang ini tidak hanya ditemukan di wilayah hutan atau wilayah pedesaan yang kondisi perairannya masih bersih. Di kepadatan ibukota Jakarta, jenis ini ternyata juga bisa ditemukan. Saat ini capung ekor darah tercatat di Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat dan Hutan Kota Universitas Indonesia, Jakarta Selatan. Kedua hutan kota ini memiliki danau di dalamnya, sehingga capung ekor darah bisa hidup disini dan seperti jenis capung lainnya.

Capung ekor darah juga merupakan indikator kualitas suatu daerah perairan, sehingga keberadaanya di Ibukota Jakarta masih menandakan bahwa kualitas perairan di beberapa tempat hutan kota Jakarta masih bagus dan bisa menjadi habitat berkembang biak capung ekor darah.

Penulis: Ady Kristanto

Top
You cannot copy content of this page