Jamur Tiram Pahit, Fungi Saprobik yang Dapat Bercahaya

Reading time: 3 menit
Jamur ini memiliki cita rasa pahit. Foto: Funginomi.com

Bioluminesensi atau biopendar cahaya merupakan emisi cahaya yang dihasilkan oleh makhluk hidup karena adanya reaksi kimia tertentu. Ini telah ditemukan pada berbagai macam organisme seperti bakteri dan jamur, salah satunya Panellus stipticus atau jamur tiram pahit.

Spesies P. stipticus tergabung ke dalam keluarga Mycenaceae dan genus Panellus. Kelompok ini diketahui berhubungan dekat dengan jamur Mycena. Bahkan, keduanya sama-sama mampu untuk berpendar.

Secara umum, genus Panellus sendiri membawahi sekitar 50 spesies jamur. Karakteristik mereka cukup spesifik yakni tumbuh di permukaan kayu, tubuh buah berbentuk topi, serta memiliki insang atau lamela.

Beberapa spesies mungkin tidak dilengkapi bagian yang terakhir, tetapi P. stipticus justru memilikinya. Bahkan, ukuran lamela jamur tersebut cukup besar sehingga mudah terlihat oleh mata telanjang.

Morfologi dan Ciri-Ciri Jamur Tiram Pahit

Pada mulanya, tampilan jamur tiram pahit tampak seperti kancing atau kenop. Payung atau topinya belum terbentuk secara sempurna, hingga jamur berusia dewasa dan lingkungan pertumbuhannya mendukung.

Saat payung sudah muncul, tampilannya tampak cembung seperti kulit kerang dengan dimensi 1,2–3,2 cm x 1,2–2,5 cm. Permukaan atas terasa kering meskipun rata, sedangkan tepiannya sedikit bergerigi.

Tidak cuma itu, permukaan topi jamur tiram pahit juga agak berbulu. Kulitnya memiliki warna yang beragam mulai dari oranye kekuningan, kuning tua kecokelatan, hingga cokelat muda atau krem.

Jika dibelah akan terlihat warna daging jamur yang senada dengan kulitnya. Warna itu berubah lebih pucat jika dikeringkan, tetapi akan cerah kembali apabila dibasuh dengan air.

Bagian batang biasanya tumbuh sepanjang 0,6–1,2 cm dengan tebal 0,3–0,8 cm. Warna batang tersebut tampak putih agak kusam, dengan permukaan yang terlapisi oleh serat halus seperti sutra kecil.

Habitat dan Distribusi Jamur Tiram Pahit

Jarum tiram pahit dapat kita temukan di banyak daerah, meliputi Asia, Australia, Eropa, serta Amerika Utara. Mereka tumbuh dalam kelompok besar, individunya cukup padat dan menempel pada batang kayu.

Pohon-pohon yang sering dijadikan inang oleh jamur ini adalah beech, ek, hingga birch. Mereka dapat menyebabkan pembusukan terhadap inangnya, sehingga dianggap sebagai salah satu hama perkebunan.

Meski bersifat merusak, nyatanya jamur tersebut juga memiliki musuh alami. Ini adalah makanan bagi rusa ekor putih dan siput, walau spesies Gastropoda sendiri disinyalir merupakan agen penyebar spora.

Di Eropa, Kepulauan Canary hingga Amerika Utara, spesies ini tumbuh pada bulan September hingga November. Sedangkan di belahan bumi lainnya, jamur bercahaya itu muncul pada awal musim semi.

Kelompok Mycenaceae dikenal mempunyai keawetan yang tinggi. Tubuh buahnya mampu bertahan hingga sepanjang tahun, bahkan mereka dapat tumbuh pada musim dingin di daerah beriklim sedang. 

Kandungan dan Manfaat Jamur Tiram Pahit

Enzim luciferases yang terdapat dalam jamur tiram pahit, merupakan senyawa yang bertanggungjawab terhadap pendaran fungi tersebut. Ini dapat terlihat saat gelap, atau kadang-kadang saat jamur terkena air.

Fungsi pendaran sendiri sejatinya untuk menarik agen penyemai spora. Saat hewan atau organisme lain mendekati jamur tersebut, harapannya spora akan ikut terbawa sampai ke tempat pertumbuhan yang baru.

Selain itu, jamur ini juga jamak dimanfaatkan sebagai obat sembelit dan pendarahan. Daging buahnya digadang-gadang memiliki sifat pencahar, sehingga sangat baik dikonsumsi bagi penderita masalah pencernaan.

Klaim kesehatan tersebut memang perlu dibuktikan kembali. Walaupun tidak beracun, rasa spesies P. stipticus dianggap terlalu pahit sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.

Bahkan, beberapa orang bahkan mengaku mengalami mulut kering setelah memakan jamur tersebut. Efek samping lainnya juga diketahui dapat mengakibatkan sensasi aneh di tenggorkan hingga rasa mual.

Taksonomi Spesies Panellus Stipticus

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page