Archachatina Marginata, Bekicot Raksasa dari Afrika Barat

Reading time: 2 menit
Bekicot Afrika Barat ini dapat bertahan hidup hingga 10 tahun di alam liar. Foto: Shutterstock

Nama hewan bekicot tentu sudah tidak asing di masyarakat. Salah satu moluska darat itu cukup mudah kita temukan, terutama saat musim hujan. Namun, pernahkah Anda melihat bekicot dengan ukuran yang sangat besar? Inilah Archachatina marginata.

Bekicot raksasa atau Archachatina marginata merupakan jenis siput terbesar dari keluarga Achatinidae. Berbeda dengan bekicot biasa, satwa ini tergabung dalam genus Archachatina.

Secara persebaran, bekicot biasa (Achatina) dapat kita temukan di hampir seluruh negara. Sedangkan, bekicot raksasa umumnya berbiak di wilayah Afrika Barat sampai ke Karibia.

Karena itu, banyak orang menjuluki siput ini sebagai bekicot raksasa Afrika Barat. Mereka juga awam kenal sebagai banana rasp snail, sebab sering dijumpai di sekitar pohon pisang.

Morfologi dan Ciri-Ciri Archachatina Marginata

Spesies Archachatina marginata sejatinya cukup mudah kita kenali. Hewan ini mempunyai corak cangkang yang sama dengan bekocit biasa, namun dengan ukuran jauh lebih besar.

Bekicot raksasa Afrika Barat dapat berkembang biak hingga sepanjang 20 cm. Cangkangnya berbentuk bulat besar dan lebar, dengan tinggi mencapai 21 cm dan lebar berkisar 13 cm.

Berbeda dengan jenis siput biasa, harapan hidup banana rasp snail juga terbilang cukup panjang. Menurut penelitian, hewan itu dapat bertahan hidup sampai usia 10 tahun di alam liar.

Karena itu, jangan heran apabila Archachatina marginata kerap menjadi hewan peliharaan. Selain  unik, siput ini memiliki daya tahan yang tinggi dan terbilang cukup adaptif.

Meski begitu, beberapa otoritas melarang perdagangan bekicot raksasa ke negaranya. Ini berkaitan dengan sifat mereka yang invasif, sehingga berisiko tinggi bagi ekosistem sekitar.

Habitat dan Karakteristik Archachatina Marginata

Bekicot hidup secara tersembunyi. Ia dapat kita temukan di area perkebunan, ladang, hutan, pekarangan rumah, taman, sampai wilayah-wilayah dengan tingkat kelembapan yang tinggi.

Melihat peta persebarannya, hewan Archachatina marginata merupakan satwa asli dataran tropis. Spesiesnya dapat kita temukan di Afrika Barat, Kamerun dan Martinique di Karibia.

Tidak cuma itu, pada dasarnya bekicot merupakan hewan nokturnal. Jika mereka terlihat di waktu siang hari, hal tersebut kemungkinan besar akibat populasinya yang sangat banyak.

Walau invansif, beberapa negara menjadikan moluska ini sebagai menu masakan. Perancis misalnya, warga lokal mengenal hewan ini sebagai makanan mewah bernama escargots.

Sedangkan di Afrika, Archachatina marginata populer sebagai hewan peliharaan. Mereka dibudidayakan untuk diperjualbelikan sampai ke Eropa, Asia dan sebagai  benua Amerika.

Sifat Invansif Spesies Archachatina Marginata

Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang membatasi perdagangan Archachatina marginata. Hewan ini dianggap invansif, sebab berpotensi merusak komoditas pertanian.

Selain itu, melimpahnya populasi bekicot raksasa dikhawatirkan berdampak pada kesehatan masyarakat. Ia disinyalir membawa parasit berbahaya yang meningkatkan risiko meningitis.

Archachatina marginata juga menghasilkan telur yang sangat banyak. Dalam sekali berbiak, induk betina dapat menghasilkan 40 telur berwarna kuning dengan bercak-bercak gelap.

Masa inkubasi telur-telur tersebut berlangsung selama 40 hari. Spesiesnya dapat memakan hampir seluruh tanaman (setidaknya 500 varietas), yang ditemukan di sekitar habitatnya.

Di penangkaran banana rasp snail mengonsumsi tomat, selada, wortel, timun, pisang dan sebagainya. Ini dimaksudkan agar parasit tidak menempel pada tubuh bekicot tersebut.

Taksonomi Spesies Bekicot Raksasa Afrika Barat

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page