Merak Biru, Phasianidae Berbulu Indah yang Pandai Berkamuflase

Reading time: 2 menit
Merak biru (Pavo cristatus). Foto: Freepik
Merak biru (Pavo cristatus). Foto: Freepik

Merak biru atau Pavo cristatus memiliki bulu berwarna cantik dan ekor yang memukau. Burung yang berasal dari famili Phasianidae ini dikenal juga sebagai India peafowl atau common peafowl. Burung ini berkerabat dengan merak hijau serta merak kongo/hitam. Merak hijau (Pavo muticus) dapat kita temukan di Indonesia dan negara Asia lainnya. Sementara, merak hitam (Afropavo congensis) hanya dapat kita temukan di Republik Demokratik Kongo.

BACA JUGA: Gorila, Kera Besar Bertubuh Kekar dari Afrika

Sekitar abad ke-10 SM, merak india mulai diperkenalkan ke Mesopotamia dan Palestina. Birds of the World melansir bahwa Raja Salomo dari Israel dan Yehuda (965-931 SM) pernah menerima hadiah istimewa berupa burung merak saat masa pemerintahannya. Sementara itu, burung merak juga telah memasuki Yunani sekitar akhir abad ke-6 SM. Burung ini bahkan dikeramatkan oleh Dewi Hera di Pulau Samos (dekat Turki).

Merak Biru Berkaki Jenjang dan Memiliki Taji

Pavo cristatus sangat populer di dunia karena keindahan warna dan corak di bulu mereka. Jika panjang ekor dan rentang sayapnya digabungkan, burung ini dapat menjadi salah satu burung terbang terbesar. Memiliki rentang sayap 1,4 hingga 1,6 meter dengan bobot tubuh berkisar antara 2,7 kg hingga 6 kg. Sementara, panjang ekornya cukup bervariasi, mulai dari 0,86 m hingga 2,12 m.

Memiliki kaki yang jenjang berwarna cokelat keabu-abuan. Baik jantan ataupun betina memiliki taji berukuran 2,5 cm. Pejantan menggunakan taji tersebut untuk berkelahi memperebutkan betina selama musim kawin. Anak burung merak ini umumnya berwarna kuning muda hingga cokelat.

Taksonomi merak biru (Pavo cristatus). Foto: Freepik

Taksonomi merak biru (Pavo cristatus). Foto: Freepik

Bagian leher dan dada merak ini berwarna biru cerah, dan di punggungnya berlapis bulu keemasan, dengan corak seperti mata pada bulu ekornya. Ketika akan menarik perhatian betina, merak jantan akan melebarkan ekornya seperti kipas, menunjukan bulunya yang berwarna emas, cokelat, hijau, dan hitam.

Meskipun berwarna cukup mencolok, burung ini pandai berkamuflase di antara semak-semak sehingga sulit untuk ditemukan. Animal Diversity melansir bahwa merak biru dapat melakukan hibridisasi dengan merak hijau. Selain itu, selama dua dekade terakhir terdapat mutasi pada bulu mereka tiap tahunnya.

Menyukai Hutan Terbuka dan Tidak Bermigrasi

Biasanya, burung merak biru mendiami habitat hutan terbuka, dan tidak pernah bermigrasi atau melakukan perjalana jauh. Mereka lebih menyukai hutan gugur yang kering daripada hutan campuran dan hutan cemara. Di India, mereka hanya ada di ketinggian 900 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut.

BACA JUGA: Harimau Siberia, Terbesar di Antara Subspesies Lainnya

Burung ini juga dapat bertahan di kondisi iklim yang berbeda dengan wilayah asalnya. Selain itu, mereka dapat bertahan melewati musim dingin di penangkaran di Inggris hanya dengan tempat berlindung sederhana.

Merak biru berasal dari India dan Sri Lanka. Namun, persebaran alaminya hingga ke Pakistan, Kashmir, Nepal, Assam, Nagaland, Malaya, dan Kongo. Satwa ini telah umum kita temukan di penangkaran ataupun kebun binatang.

 

Penulis: Anisa Putri S

Editor: Indiana Malia

Top