Monkey Tail Cactus, Tanaman Hias Unik Mirip Ekor Monyet

Reading time: 2 menit
Batang kaktus ini mirip ekor monyet. Foto: Shutterstock

Nama-nama tumbuhan memang sangat unik, ini biasanya diadopsi dari nama penemu atau bentuk tanaman tersebut. Seperti Cleistocactus colademononis, yang publik juluki sebagai monkey tail cactus karena tampilan batangnya.

Kaktus ekor monyet atau monkey tail cactus adalah salah satu jenis Cactaceae dari Amerika Selatan. Ia tergabung dalam genus Cleistocactus, bersama dengan 49 spesies kaktus lainnya.

Jika kita perhatikan, tampilan duri C. colademononis memang berbeda dengan kaktus pada umumnya. Duri tersebut terlihat panjang dan halus, layaknya rambut pada ekor monyet.

Bila ingin disamakan, ciri fisik C. colademononis justru sangat mirip dengan kaktus ekor tikus (Cleistocactus winteri). Namun, ahli memastikan keduanya mempunyai DNA yang berbeda.

Morfologi dan Ciri-Ciri Monkey Tail Cactus

Monkey tail cactus tergolong sebagai tanaman epilitik. Ia tumbuh dan menempel di selah-selah bebatuan dengan percabangan di bagian atas, serta memiliki memiliki batang silindris.

Batangnya ini biasanya berwarna hijau, tertutupi rambut atau duri berwarna keputihan. Ia dapat tumbuh hingga sepanjang 2,5 meter, dengan diameter mencapai 3 inci atau 7,5 cm.

Di awal pertumbuhannya, batang kaktus ekor monyet sebenarnya terlihat tegak. Namun seiring berjalannya usia, batang tersebut mulai melengkung dan tergantung di sisi-sisi batu.

Karena itu, jangan heran jika kaktus ini sering dijadikan sebagai tanaman hias. Selain punya bentuk yang unik, C. colademononis dapat kita letakkan menggantung di area teras rumah.

Menariknya lagi, monkey tail cactus juga mampu menghasilkan bunga-bunga yang indah. Bunga tersebut berwarna oranye kemerahan, dengan panjang mencapai 3 inci atau 7,5 cm.

Habitat dan Distribusi Monkey Tail Cactus

Kaktus ekor monyet tidak tumbuh di sembarang tempat. Ia merupakan tanaman endemik Santa Cruz, Bolivia, tepatnya di gunung Cerro El Fraile, sekitar 30 km dari timur Samaipata.

Di kawasan tersebut, tanaman monkey tail cactus bisa kita temukan di daerah tebing curam tepian hutan, sekitar ketinggian 1.300 sampai 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Walaupun endemis, nama C. colademononis nyatanya tersohor ke berbagai belahan dunia. Ia dikenal sebagai Coda di scimmia di Italia, serta Cola de Mono dan Colademono di Spanyol.

Agar berkembang secara sempurna, monkey tail cactus membutuhkan sinar matahari penuh sepanjang hari. Ia dapat tumbuh di tanah kering, namun dengan kandungan hara yang kaya.

Sebagai spesies kaktus, C. colademononis juga tidak memerlukan hujan yang tinggi. Namun suhu lingkungannya harus sejuk, mengingat mereka merupakan tanaman asli pegunungan.

Budi Daya Tanaman Monkey Tail Cactus

Pembudidayaan kaktus ekor monyet di Indonesia, mungkin belum sepopuler negara-negara barat. Di sana, kaktus ini dipelihara dan diperjualbelikan sebagai komoditas tanaman hias.

Proses budi daya monkey tail cactus sendiri sejatinya tidak terlalu sulit. Ia memiliki sifat yang mirip dengan kaktus pada umumnya, sehingga tergolong tangguh dan rendah pemeliharaan.

Melansir berbagai sumber, intensitas penyiraman kaktus hanya perlu kita tingkatkan ketika musim panas. Saat musim hujan, jaga tingkat kelembapan tanah agar akar tidak membusuk.

Pemberian pupuk juga perlu diperhatikan. Saat masa pertumbuhan, berikan kaktus pupuk rendah nitrogen. Ini membantu perkembangan batang dan akar agar tumbuh lebih kuat.

Pada dasarnya, langkah pembudidayaan kaktus ekor monyet bisa dilakukan melalui dua cara, yakni biji dan batang. Namun cara terbaik memperbanyak tumbuhan ini, ialah lewat bijinya.

Taksonomi Cleistocactus Colademononis

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page